Melbourne kota paling laik huni sedunia, Jakarta stagnan

Jakarta kini posisi 112 dunia dalam survei EIU. Sementara kota paling tidak laik huni adalah Damaskus (Suriah)

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Melbourne kota paling laik huni sedunia, Jakarta stagnan
Ilustrasi Melbourne . ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Gordon Bell

Lembaga Economist Intelligence Unit (EIU) asal Inggris kembali melansir daftar tahunan soal kota paling layak huni di dunia. Hasilnya, Kota Melbourne, Australia, memuncaki daftar ini untuk lima tahun berturut-turut.

Dalam laporan yang diperoleh merdeka.com, Rabu (19/8), Melbourne menjadi kota layak huni atas empat kriteria utama. Pertama adalah standar hidup layak yang merata terhadap seluruh warga.

Faktor kedua, infrastruktur berkualitas, baik di bidang transportasi, energi, maupun teknologi informasi. Faktor ketiga adalah layanan kesehatan yang baik untuk warga, serta kriteria terakhir, rendahnya tingkat pembunuhan maupun kejahatan di kota itu.

Skor Melbourne, yang menjadi ibu kota Negara Bagian Victoria, mencapai 97,5 alias nyaris sempurna.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kota lain yang nyaris mengimbangi kualitas Melbourne adalah Wina (Austria) yang berada di posisi 2 daftar bikinan EIU.

Adapun untuk Jakarta, posisinya masih tidak berubah dari urutan 118 sejak dua tahun terakhir. Peringkat Jakarta membaik setelah pada 2012 sempat berada di urutan 125 dari 140 negara yang disurvei.

Stagnasi ini cukup mengkhawatirkan, sebab posisi Jakarta sebagai Ibu Kota negara anggota G20 termasuk yang terendah. Sementara EIU mencatat Harare (Zimbabwe) atau Kathmandu (Nepal) bahkan perlahan merangkak naik setelah lama berkutat di papan bawah.

Catatan lainnya, EIU melihat banyak kota-kota negara maju justru skornya anjlok, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Penyebabnya macam-macam, tapi kebanyakan karena stabilitas politik dan keamanan yang lebih rendah. Dilaporkan 57 kota, mayoritas dari negara maju, yang mengalami penurunan skor.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Paris (Prancis) jadi yang turun lebih dari lima peringkat akibat serangan militan ke kantor redaksi Charlie Hebdo. Hong Kong mengalami nasib serupa, setelah dikoyak unjuk rasa kelompok pro-demokrasi sejak awal tahun ini.

Sedangkan status kota paling tidak layak huni masih ditempati negara-negara yang mengalami peperangan. Contohnya Ibu Kota Damaskus, Suriah.

Berikut daftar lima besar kota paling layak huni versi EIU:

1. Melbourne (Australia)

2. Wina (Austria)

3. Vanvouver (Kanada)

4. Toronto (Kanada)

5. Adelaide (Australia)

Sedangkan ini daftar lima terbawah alias kota paling tidak layak dihuni:

1. Damaskus (Suriah)

2. Dhaka (Bangladesh)

3. Port Moresby (Papua Nugini)

4. Lagos (Nigeria)

5. Tripoli (Libya)

Rekomendasi