Ribut soal MH17, Rusia bakar bunga impor dari Belanda

Negara Barat, termasuk Belanda, menuding Rusia di balik jatuhnya pesawat MH17 di Ukraina tahun lalu.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Ribut soal MH17, Rusia bakar bunga impor dari Belanda
Ilustrasi bunga tulip. ©Shutterstock/idiz

Rusia membakar bunga impor dari Belanda di tengah ketegangan kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina tahun lalu. Pesawat itu diduga kuat jatuh akibat hantaman rudal BUK bikinan Rusia di saat konflik antara pemberontak pro-Rusia dan pasukan pemerintah Ukraina. Sebagian besar penumpang pesawat adalah warga Belanda.Pekan lalu pemerintah Rusia menyuruh warganya untuk membakar makanan dari negara Barat yang masuk lewat impor ilegal. Pemerintah juga membakar bunga-bunga impor dengan mengatakan tanaman itu bisa jadi kena serangan serangga membahayakan sedangkan Uni Eropa tidak menyadarinya."Sejumlah bunga-bungaan terinfeksi organisme yang mengandung ancaman serius," ujar pengawas lembaga pertanian Rosselkhoznadzor.Namun sejumlah kalangan menilai tindakan itu adalah bagian dari manuver Rusia melawan negara Barat terkait penyelidikan jatuhnya MH17 di sebelah timur Ukraina Juli tahun lalu.Negara Barat dan Ukraina menyudutkan kelompok pemberontak dukungan Rusia dalam insiden jatuhnya pesawat itu. Kremlin sudah membantah tudingan pelaku penembakan adalah kelompok militan pro-Rusia. Kremlin malah menuduh pesawat itu jatuh ditembak oleh rudal atau pesawat tempur Ukraina.Sebagai balasan, negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas pencaplokan Krimea. Rusia pun merespon dengan melarang barang impor dari negara Barat, termasuk Belanda.Awal bulan ini Rusia dikecam karena menjadi satu-satunya negara di Dewan Keamanan PBB yang memveto resolusi untuk mengadakan penyelidikan atas insiden jatuhnya pesawat berpenumpang 298 orang itu. Penyelidikan itu bertujuan mengetahui siapa pelaku penembakan pesawat itu.

Rekomendasi