Pemerintah Republik Rakyat China sedang terobsesi mengatur moral warganya. Awal pekan ini, otoritas Partai Komunis mengeluarkan instruksi kepada segenap PNS dan polisi untuk memblokir 120 lagu. Musik yang jadi sasaran dianggap mempromosikan gangguan pada moral masyarakat, lantaran menampilkan cerita mengenai seks, kekerasan, serta provokasi agar warga 'melanggar hukum'.
Kementerian Kebudayaan China kini terus memantau internet, untuk memastikan tidak ada netizen berani mengunggah lagu yang telah dilarang tersebut.
"Bagi yang melanggar akan dikenakan hukuman yang sangat keras," ungkap keterangan tertulis dari pemerintah seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (11/8).
Beberapa lagu yang dilarang oleh RRC, sebetulnya tidak memuat lirik kontroversial. Hanya saja, musik pop itu diberi tajuk yang aneh-aneh. Misalnya 'Merana tak punya teman dan uang' serta 'catatan bunuh diri'.
Justru, tak banyak musik-musik politik serta antipemerintah yang masuk dalam daftar sensor tersebut. Misalnya karya musisi punk di Ibu Kota Beijing yang beredar secara indie.
Malah lagu bikinan musisi disko, Xu Song, yang kena berangus. Lagu penyanyi asal Shanghai berjudul 'Ayo Asyik Goyangkan Kepala' dianggap mengajak anak muda menenggak ekstasi. Demikian pula nasib musisi Taiwan Chang Csun Yuk, berjudul 'Lagu Kentut', turut dilarang beredar.
Pengelola situs berbagi lagu serta yang biasa menyajikan musik ikut jadi sasaran sensor ini. Kementerian Kebudayaan memberi ultimatum agar dalam waktu dekat, tidak ada lagi lagu yang dilarang ada dalam situs mereka.
Sejak setahun terakhir, warga China sudah tidak bisa mengakses Facebook, Twitter, serta Youtube.
Bukan cuma lagu sebetulnya yang kini dianggap merusak moral masyarakat. Film ataupun konten video yang kini banyak beredar di Internet jadi incaran aparat Negeri Tirai Bambu.
RRC belum lama membentuk badan khusus menyensor konten porno di Internet. Tugas lembaga ini dalam jangka pendek menyasar
Advertisement
pembuat film mesum amatir. Terutama warga yang iseng merekam adegan seksual pribadinya, kemudian mengunggah ke Internet.
Departemen Anti-Pornografi China menyatakan tersebarnya tayangan mesum yang dibuat secara amatir dapat mengganggu ketertiban umum, sekaligus melemahkan moral masyarakat. Apalagi penyebaran adegan panas semakin mudah, lantaran banyak penduduk China kini memiliki ponsel.
"Petugas di seluruh tingkatan harus bekerja keras untuk menghentikan penyebaran pornografi amatir," seperti dikutip dari memo internal departemen tersebut.
Industri pornografi amatir kini sedang berkembang di seantero daratan China. Tahun lalu, dua perempuan berhasil meraup 18 ribu yuan (setara Rp 39 juta), berbekal rekaman adegan seks di rumah mereka sendiri, lalu menjualnya lewat forum Internet.