Merasa dipojokkan, Rusia veto pengadilan internasional selidiki MH17

Utusan Rusia untuk PBB menuding Ukraina ingin negaranya disalahkan atas insiden jatuhnya pesawat Malaysia itu

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Merasa dipojokkan, Rusia veto pengadilan internasional selidiki MH17
Utusan Khusus Rusia untuk PBB Vitaly Churkin. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Radityo

Utusan Federasi Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vitaly Churkin, menyatakan negaranya terpaksa memakai hak veto untuk memblokir rancangan resolusi pengadilan internasional terkait jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di perbatasan Ukraina, setahun lalu.

Churkin menilai pengadilan buat mengusut insiden tersebut hanya menambah panas konfrontasi. Resolusi itu sekaligus mengaburkan tanggung jawab semua pihak untuk mencari jawaban sebenarnya atas penyebab jatuhnya pesawat Malaysia Airlines tersebut.

Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Shilin, menjelaskan veto ini diambil karena apa yang telah diperjuangkan Rusia untuk membantu pencarian motif penembakan pesawat Malaysia Airlines tidak pernah didengar oleh publik internasional.

"Kita telah melakukan bantuan dalam pencarian pesawat, kita kerahkan para ahli dibidangnya, juga teknologi yang ada tentunya, tapi kita seperti diacuhkan," ucapnya di kantor kedutaan besar Rusia, Jakarta, Senin (3/8).

Diketahui dalam penarikan suara terkait pengusutan MH17, Rabu (29/7) lalu, dari 15 negara anggota dewan keamanan PBB, 11 diantaranya mendukung dibentuknya pengadilan tersebut.

Resolusi ini didorong oleh Malaysia, Australia, dan Belanda. Adapun China, Venezuela dan Angola bersikap abstain. Wacana pembentukan pengadilan ini semakin pupus setelah Rusia memakai hak vetonya.

Rusia menduga ada intrik politik, di balik pembentukan pengadilan MH17 tersebut. Koalisi Ukraina bersama Australia, Belgia, Malaysia, dan Belanda dinilai hendak memojokkan Rusia. Diketahui, pesawat itu jatuh akibat tembakan rudal. Pelakunya kemungkinan besar separatis Ukraina pro-Rusia yang mendapat pasokan senjata dari Negeri beruang Merah.

"Pengajuan resolusi ini bersifat tidak transparan atau mungkin sebelumnya tidak ada investigasi sama sekali dari (negara pengusung). Kami sudah berulang kali meminta data-data terkait MH17 ke Ukraina. Tapi mereka tak pernah memberikannya," tegas Wadubes Rusia itu.

MH17 jatuh di Ukraina dalam penerbangan Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Pesawat tersebut membawa 298 penumpang dan kru, semuanya tewas. Sebanyak 12 orang Warga Negara Indonesia turut serta menjadi korban jatuhnya pesawat maskapai pelat merah Malaysia tersebut.

Rekomendasi