Polisi Hong Kong kini tengah menyelidiki kasus tewasnya seorang perempuan warga negara Indonesia yang mayatnya terbungkus kasur di kawasan Mong Kok kemarin.Seorang pejalan kaki menelepon polisi pada pukul 10.44 waktu setempat setelah dia melihat tangan tersembul dari gulungan kasur di Jalan Changsha 1. Polisi kemudian mengidentifikasi korban bernama Wiji Astutik Supardi berusia 37 tahun, seperti dilansir the Standard, Selasa (9/6).WNI yang sudah punya seorang anak perempuan itu diketahui menjalin hubungan asmara dengan pria Pakistan bernama Wahaj Fyaz yang berusia 30-an tahun.Pada jenazahnya polisi menemukan luka di bagian tubuh.Menurut polisi, Wiji diperkirakan sudah tewas sejak sehari sebelumnya. Saat ditemukan jenazah Wiji dalam keadaan berpakaian lengkap. barang-barang dan perhiasan korban juga masih utuh."Saat diidentifikasi, kami bisa memastikan dokumen yang dia miliki. Dia sudah tinggal di Hong Kong selama delapan tahun," ujar Inspektur polisi Lo Chung-wong.Dia menambahkan, Wiji sempat meminta stastus sebagai pengungsi pada 2007. Sejak itu dia menjadi gelandangan dan tinggal di dekat lokasi saat di tewas.Dari catatan polisi diketahui Fyaz pernah menganiaya Wiji pada Februari lalu. Di tangannya ditemukan luka sayatan. Namun Wiji membatalkan tuntutan hukumnya.Polii kini tengah mencari tahu keberadaan Fyaz."Menurut penyelidikan kami, perempuan dan pacarnya itu tidur di lantai atas sebuah gedung di dekat mayat itu ditemukan," kata polisi.Seorang pemilik restoran di Jalan Changsha mengatakan pacar Wiji itu pernah terlihat mabuk pada suatu malam saat libur Tahun Baru. Dari gambarannya, Fyaz diketahui berpostur tinggi kurus dan berkumis.
WNI perempuan ditemukan tewas terbungkus kasur di Hong Kong
Di tubuhnya terdapat luka.
Advertisement
Rekomendasi