Seorang warga Palestina memasuki ruangan kongres ke-65 Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) yang digelar di Kota Zurich, Swiss, hari ini, Jumat (29/5). Dia berteriak 'kartu merah FIFA', sebelum dicokok satuan pengamanan lalu ditarik ke luar ruangan.
Dilaporkan oleh the Guardian, belum jelas siapa warga Palestina itu. Kemungkinan besar dia adalah delegasi dari Asosiasi Sepakbola Palestina (PFA). Protes itu ditujukan atas penangkapan 9 petinggi FIFA dua hari lalu atas kasus korupsi senilai USD 150 juta yang kini disidik FBI dan Kejaksaan Swiss.
Skandal terbesar industri sepakbola ini sekaligus mengarah pada dugaan suap di balik pemilihan tuan rumah piala dunia di Rusia (2018) dan Qatar (2022). Saat mendengar teriakan dari deret bangku belakang itu, Presiden FIFA Sepp Blatter yang tengah berdiri di podium menghentikan pidatonya. "Tolong satuan pengamanan bertindak," ujarnya.
Insiden teriakan delegasi Palestina itu tidak menghalangi acara pemilihan presiden FIFA yang akan digelar beberapa saat lagi. Blatter berambisi terpilih kembali untuk periode ke-5. Dalam pidatonya, pria 79 tahun itu berharap delegasi bersikap netral.
"Penangkapan pada Rabu lalu harus kita akui menyebabkan kongres ini dipertanyakan. Tapi saya berharap kita semua bisa bersatu untuk melangkah ke depan," kata Blatter.
Blatter yang bersaing dengan Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania dalam pemilihan presiden FIFA, berjanji menyingkirkan pejabat-pejabat dunia sepakbola yang korup. Dia pun meyakini bisa membersihkan praktik korupsi FIFA hingga ke akar-akarnya.
Untuk itu, Blatter berharap suara-suara yang berusaha menolaknya maju kembali sebagai presiden karena penangkapan 9 koleganya tidak perlu didengar. "Saya ingin menggelar kongres ini sesuai karakteristik FIFA, yakni disiplin, rasa hormat, dan fair play," tuturnya.
Ada 209 delegasi yang punya hak pilih. Kandidat yang memperoleh dukungan dua pertiga (setara 139 suara delegasi) otomatis menjadi presiden FIFA. Pengambilan suara memakai alat elektronik dan dilakukan di ruangan rahasia.
Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) sudah kompak menolak Blatter maju lagi. Presiden UEFA Michel Platini menyatakan siap mendukung Ali, karena bersih dan bukan bagian dari kroni lama FIFA. Wakil sepakbola Eropa menilai bila kongres hari ini tetap memenangkan Blatter, maka ada kemungkinan UEFA memboikot Piala Dunia 2018.
"Seluruh anggota UEFA berkesempatan berkumpul kembali akhir Mei untuk merumuskan sikap," kata Platini.
UEFA kemungkinan belum bisa menggulingkan Blatter yang punya dapat dukungan kuat dari pengurus sepakbola asal Afrika dan Asia. Tapi jika seluruh delegasi Eropa kompak (lebih dari 53 suara), maka bisa digelar putaran kedua pemilihan.