Ditemukannya dompet milik Alma Parahita, salah satu dari tiga Warga Negara Indonesia hilang di Taman Nasional Langtang, Nepal, membuat pemerintah bergerak cepat. Tim dipimpin Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Iwan Wiryanata Atmadja, langsung menyisir area sekitar Hotel Everest, sepanjang pukul 10.00-12.00 waktu setempat menggunakan helikopter.
Sayangnya, belum ada perkembangan baru terkait penemuan tiga WNI yang hilang dari pencarian udara.
"Kunjungan ke Langthang ini dilakukan untuk memverifikasi lokasi ditemukannya identitas milik Alma Parahita dan sekaligus berkoordinasi dengan Angkatan Bersenjata Nepal yang ada Langtang," kata Dubes Iwan dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Jumat (8/5).
Tapi masih ada kemungkinan lain yang harus diperiksa perwakilan pemerintah. Belum lama ada kiriman jenazah dari Langtang ke RS Tribhuvan, di Ibu Kota Kathmandu.
"Sore hari ini sekitar 15.30 Tim juga akan memenuhi undangan Tim Nepal untuk melakukan identifikasi," kata Iwan.
Kemarin, tim SAR asal Spanyol yang menyisir area langtang menemukan dompet. Di dalamnya terdapat KTP, SIM C, dan NPWP milik Alma Parahita. Temuan itu diserahkan kepada Tentara Nepal, yang langsung menghubungi pemerintah RI.
Berdasarakan temuan ini, semakin kuat dugaan bahwa Alma, Kadek Andana, dan Jeroen Hehuwat dari Taruna Hiking Club, Bandung, memang masih berada di sekitar penginapan Everest ketika terjadi gempa berkekuatan 7,8 skala Richter 25 April lalu.
Dubes Iwan menyatakan kondisi Langtang hancur lebur akibat longsoran salju dan batu. Evakuasi perlu menggunakan alat berat, tapi sementara ini belum memungkinkan.
"Kondisi di Langtang sendiri masih sangat sulit karena masih tertimbun longsoran salju, batu dan lumpur," ungkapnya.