Nepal minta tim SAR internasional pulang kampung

“Saya tegaskan pemerintah tidak akan menghentikan pencarian,” kata Dubes Iwan Wiryanata Atmadja.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Nepal minta tim SAR internasional pulang kampung
Tim SAR Polandia. ©2015 Merdeka.com/ardyan

Pemerintah Indonesia sudah mendapat notifikasi resmi dari militer Nepal. Setiap elemen SAR diharap pulang karena bantuan mereka dianggap sudah cukup.Letkol (Pnb) Indan Gilang selaku pimpinan tim TNI AU untuk pemulangan WNI telah bertemu perwakilan Angkatan Darat Nepal. Dia mendapat penjelasan bahwa bila pemerintah Indonesia berkepentingan mencari WNI yang belum dapat dihubungi, sebaiknya dipasrahkan kepada tim mereka. "Sudah ada pernyataan bantuan SAR dari negara asing tidak diperlukan, operasi pencarian korban selanjutnya akan dilakukan tentara Nepal," kata Indan di Kathmandu, Selasa (5/5).Pemerintah Nepal mengumumkan setiap bantuan asing yang masuk disalurkan oleh Departemen Pedesaan. Selain itu, Departemen Dalam Negeri Nepal meminta tim SAR internasional pulang kampung karena harapan menyelamatkan warga yang tertimpa puing-puing makin tipis. "Kecuali anda punya kemampuan membersihkan reruntuhan, silakan pulang ke negara anda," kata Pejabat Departemen Dalam Negeri Nepal Rameshwor Dangal kemarin.Buat pemerintah Nepal, lebih penting negara-negara sahabat mengirim tim kemanusiaan dan bantuan bagi korban. Atau, kalau memang ingin membantu, Nepal lebih suka mendapat dukungan dokter, mengingat baru 700 dokter dari 34 negara melayani korban gempa. Sangat timpang dibanding jumlah korban yang mencapai belasan ribu.Merujuk data Departemen Dalam Negeri Nepal, hingga dua pekan setelah gempa 7,8 skala Richter menghantam negara itu, ada 4.050 relawan SAR. Termasuk di antaranya adalah 129 anjing pelacak seperti yang dibawa Jakarta Rescue.Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Iwan Wiryanata Atmadja menyatakan pihaknya akan segera memberitahu Jakarta perkembangan terbaru ini. Bila pemerintah pusat berharap ingin ada upaya SAR khusus untuk mencari 6 WNI yang belum ada kabar, maka harus ada pendekatan khusus kepada otoritas Nepal."Saya tegaskan pemerintah tidak akan menghentikan pencarian," kata Iwan.WNI yang masih belum terdengar kabarnya adalah Kadek Andana, Alma Parahita, Jeroen Hehuwat, Dewi Pancaringtyas Asih, Meliana Tamo Ina, serta Parsiah Majudi yang mukim di Nepal.Ada 12 distrik yang paling parah mengalami kerusakan akibat gempa bulan lalu. Salah satunya Gorkha, Bakhtapur, dan Santungal. Korban tewas merujuk data kemarin mencapai 7.366 orang, sementara 14.500 orang luka-luka.

Rekomendasi