Polisi Jerman sebut kopilot Germanwings punya motif jatuhkan pesawat

Lubitz (28 tahun) yang dicurigai sengaja menabrakkan pesawat sempat cuti terbang karena alasan psikologis.

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Polisi Jerman sebut kopilot Germanwings punya motif jatuhkan pesawat
Pencarian puing dan jenazah korban pesawat Germanwings di Pegunungan Alpen. ©AFP PHOTO/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

Kepolisian Jerman langsung bergerak mencari bukti-bukti yang mengacu pada dugaan kesengajaan kopilot Germanwings, Andreas Lubitz dalam tragedi jatuhnya pesawat Germanwings di Prancis tiga hari lalu.

Polisi mengungkapkan telah mendapati temuan mendukung seputar motif aksi gila kopilot Germanwings. Namun memang perlu waktu utnuk mengungkap alasan sesungguhnya dari sang kopilot.

"Kami telah menemukan seuatu untuk diuji perihal motif kesengajaan kopilot Germanwings tersebut, tapi kita belum bisa mengatakn hal itu untuk saat ini mengenai petunjuk yang signifikan," ungkap Markus Niesczery, seoarang satuan kepolisian Dusseldorf seperti dilansir surat kabar Daily Mail (27/3).

Diketahui, pada tahun ini Lubitz sempat mengambil cuti kerja karena kelelahan dengan pelatihan penerbangannya.

Lubitz, 28 tahun, termasuk seorang yang belum berpengalaman menerbangkan pesawat Airbus A320 yang jadi andalan Germanwings.

Dia baru mempunyai waktu terbang 630 jam, berbeda dengan kapten pesawat yang sudah memiliki jam terbang sebanyak 6.000 jam dan telah bekerja untuk Lufthansa selama 10 tahun.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Prancis, Robin Brice mengatakan hasil analisis rekaman CVR menunjukkan kokpit dikunci. Pilot Patrick S pada rekaman itu menggedor-gedor pintu karena panik. Di kokpit hanya ada Lubitz, yang kemudian mengubah kendali pesawat jadi manual.

Pesawat jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu lantas menabrak Pegunungan Alpen di Prancis. Pesawat menukik tajam delapan menit, dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan, menuju titik terakhir radar di level 200 meter.

"Saya belum memakai kata bunuh diri. Tapi indikasi itu tentu perlu diselidiki," kata Brice.

Analisis rekaman CVR dan data kotak hitam, menurut otoritas Prancis masih prematur untuk disimpulkan. Hasil penyelidikan final rampung paling cepat delapan bulan lagi. Tapi semua pihak berwenang sepakat ada kesengajaan pada petaka pesawat rute Barcelona-Dusseldorf tersebut.

Korban tewas akibat insiden ini sebanyak 144 penumpang dan enam kru. Korban berasal dari Jerman, Spanyol, Inggris, Austrlia, Kolombia, dan Kazakhstan.

Rekomendasi