Hingga saat ini kasus penembakan tiga pemuda muslim di North Carolina, Amerika Serikat, masih dalam penyelidikan polisi.Craig Stephen Hicks, 46 tahun, sudah dinyatakan sebagai tersangka. Menurut istri pelaku, kejadian ini tidak ada hubungannya dengan agama melainkan hanya tentang sengketa lahan parkir. "Hicks sangat menjunjung tinggi hak asasi orang lain. Hicks tidak pernah membeda-bedakan orang lain. Dia berkata semua orang itu sederajat," kata istri Hicks, Karen.Menurut pendapat para tetangga, Hicks termasuk orang yang kurang bersahabat di lingkungannya. Di Summerwalk Circle dia termasuk orang yang sangat pemarah sehingga membuat tetangga sekitar jengkel kepadanya. Warga setempat sering mengadakan pertemuan untuk membicarakan tentang dirinya yang dianggap suka mengganggu lingkungan, seperti dilansir koran the New York Times, Jumat (13/2). Menurut Samantha Maness, ketua komunitas di Summerwalk Circle, dia sering mendengar banyak orang mengeluh karena Hicks tidak ramah kepada warga setempat.Kata Maness, Hicks sering berusaha untuk menderek mobil orang lain karena dia tidak melihat adanya stiker warga setempat atau tidak mengenali mobil tetangganya. Dia sering mengeluh soal kebisingan tetangganya dan langsung memarahi mereka.Hicks adalah orang yang agresif dan selalu mengeluarkan kata kasar ketika ia marah. Tetapi kepolisian setempat tidak pernah mendapat laporan soal keluhan tersebut. Hicks adalah mantan pegawai dealer suku cadang yang kemudian diangkat sebagai penjaga di kompleks tersebut.Hicks yang telah menyerahkan diri ke kepolisian pernah pindah tempat tinggal berkali-kali. Menurut pengacara istrinya, Rob Maitland, Karen Hicks sekarang berencana untuk bercerai dengan suaminya. "Karen tidak merasa aman, dia marah dan patah hati akibat ulah Hicks," kata Maitland.Dilihat dari halaman jejaring sosial Facebook milik Hicks, dia menunjukan minat terhadap ateisme dan sering menghina agama orang lain. Halaman Facebook tersebut dipenuhi dengan kata-kata maupun gambar yang menghina orang lain yang percaya terhadap agama.Dia juga sering memamerkan foto dirinya bersama senjata miliknya. Bulan lalu di memajang gambar pistol miliknya. Korban tewas, Yusor Abu Salha dan Barakat pernah didatangi sebelumnya oleh Hicks. Dia sering mendatangi korban dan berbicara dengan pistol menempel di pinggang. Hal itu membuat kedua korban tidak nyaman, kata saudara ayah korban, Dr. Mohammad Abu Salha.Teman Yusor Abu-Salha mengatakan saat musim gugur lalu terjadi pertengkaran antara korban dan tersangka setelah dia meninggalkan apartemen. Tepat setelah kami pergi Yusor mendengar ada yang mengetuk pintu dan itu adalah Hicks. Saat berbicara di pintu Hicks sambil memegang senapan.Bekas teman sekamar Barakat, Imad Ahmad, mengatakan Hicks sering menghampiri pengunjung dengan mengetuk kaca mobil dan membawa senjata di pinggang lalu berkata mereka tidak boleh parkir di sini. Komplek kondominium tempat insiden itu terjadi kebetulan dekat dengan Universitas North Carolina dan tingginya jumlah mahasiswa di sana mengakibatkan kebisingan dan komplek tersebut jadi kekurangan lahan parkir.
Laporan oleh: Vick Almaro