Warga Malaysia ikut kecam iklan robot hina TKI

Para pengguna Internet Negeri Jiran mengakui iklan RoboVac tidak sensitif dan sangat bodoh.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Warga Malaysia ikut kecam iklan robot hina TKI
iklan hina prt indonesia. ©2015 merdeka.com/istimewa

Warga Malaysia rupanya turut mengecam iklan perusahaan RoboVac yang menyamakan Tenaga Kerja Indonesia dengan robot penyedot debu.

Dalam forum Free Malaysia Today, Kamis (5/2), para pengguna Internet negeri jiran mengungkapkan kekesalannya atas ulah perusahaan di Selangor itu.

"Perusahaan ini cuma menyediakan mesin penyedot debu kan? Atau memang ada robot untuk memasak, mencuci baju, merawat taman, menemani anak kita sekolah, atau merawat manula? Sungguh iklan yang bodoh," ujar warga Malaysia dengan akun Facebook bernama Mn Vasuthaven.

"Pembuat iklan ini idiot. Sangat tidak menghargai para buruh migran yang mencari rezeki di negara ini, meninggalkan keluarga jauh di sana," kata Gerard de Silva.

Warga Kuala Lumpur Isa Rahim menulis pemerintah harusnya serius mengatur iklan agar tidak menyinggung pihak lain. "Perlindungan konsumen, termasuk dari iklan agaknya terlupakan dalam rezim ini," tuturnya.

RoboVac Malaysia adalah anak usaha Corvan Technology Sdn Bhd. Dari penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa Corvan mendapat pasokan robot-robot pembersih rumah tangga asal Amerika Serikat.

Pemilik Corvan adalah pengusaha lokal Negeri Jiran bernama Kevin Lee. Dia mengklaim RoboVac punya 12 outlet penjualan di seluruh Malaysia. Harga jual robot-robot penyedot debu itu rata-rata 3.288 Ringgit (setara Rp 11,6 juta).

Mitra mereka di AS adalah NeatoRobotics asal Kota California. Kontrak impor eksklusif ke Malaysia diberikan pada Lee mulai 2012. Sekadar mengingatkan, banner yang bikin heboh kemarin bertuliskan "Leading RoboVac Specialist, Fire Your Indonesian Maid NOW!"

Bila diterjemahkan bebas menjadi "pecat pembantumu asal Indonesia sekarang, ganti dengan produk RoboVac."

Kementerian Luar Negeri segera mengirim nota protes pada pemerintah Malaysia. Kuasa Usaha Negeri Jiran juga telah dipanggil Dirjen Asia Pasifik agar iklan merendahkan semacam ini tidak terulang di masa mendatang.

Selain itu, KBRI Kuala Lumpur kemarin melaporkan RoboVac ke Kepolisian Selangor. Sampai sekarang, pemerintah Malaysia belum berkomentar mengenai kasus ini.

Rekomendasi