Baru 2 bulan dilantik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik fasih sekali berbahasa Indonesia. Padahal lelaki keturunan Palestina yang lahir dan besar di Inggris ini baru enam bulan belajar bahasa Indonesia.
"Saya belajar bahasa Indonesia dengan guru yang sangat pintar. Lima bulan saya belajar di London, sebulan saya belajar di Yogyakarta," ujar Dubes Moazzam dalam bahasa Indonesia yang lancar di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/12).
Dia mengatakan dirinya sangat senang dipilih jadi dubes untuk Indonesia karena dia dapat mengenal negara yang kaya budaya ini. Itu yang mendorongnya belajar bahasa Indonesia selama enam bulan dan langsung lancar menggunakannya.
Selain keliling untuk lebih mengenal Tanah Air, Malik sekaligus mencicipi kuliner khas nusantara. Tak dinyana, dia mengaku gemar lotek.
"Selama menjabat jadi dubes, saya sudah ke Surabaya dan Bandung. Ke Yogyakarta juga. Makanan yang paling saya suka itu lotek, enak dan segar. Saya belum pernah makan itu di London sebelumnya, kalau gado-gado sudah."
Dubes Moazzam mengatakan dirinya akan menjalin hubungan terutama di sektor ekonomi dan budaya. Dia menyebutkan sektor ekonomi Indonesia saat ini mengalami kemajuan, sedangkan kebudayaan Indonesia sangat kaya, dan itu membuat Indonesia sangat unik di mata dunia.
"Kerja sama yang akan saya lakukan dengan Indonesia dari sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan dan budaya," kata Moazzam.