Anggota gerakan Femen di Prancis Iana Jdanova, 26 tahun, kemarin dikenai hukuman denda sebesar Rp 90 juta lantaran dia menikam patung lilin Presiden Rusia Vladimir Putin dengan sebuah kayu di sebuah museum di Ibu Kota Paris.Dia melakukan aksinya itu sambil bertelanjang dada. Sebelumnya kelompok kerap berunjuk rasa dengan telanjang dada itu sudah berdemo di katedral Notre Dame, di atas kabaret Moulin Rouge, dan di Champs Elyseesl, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (15/10).Juni lalu perempuan asal Ukraina yang menjadi orang buangan di Prancis itu bertelanjang dada di sebuah ruangan presiden di Museum Waxwork.Dengan sebuah kayu dan darah bohongan dia menikam patung lilin Presiden Rusia Vladimir Putin berkali-kali. Sambil berteriak "Putin diktator" dia terus menikam patung itu. Di dadanya yang terbuka tertulis "Bunuh Putin"Jadanova akhirnya dinyatakan harus membayar denda sebesar Rp 23 juta akibat pelanggaran seksual, Rp 47 juta atas kerusakan materi dan Rp 15,6 juta sebagai biaya pengadilan dan Rp 7,8 juta untuk kasusnya."Sungguh aneh, ini hanya bercanda," kata dia setelah persidangan. Ini pertama kalinya kami dihukum dalam sebuah pameran," kata dia.Pengacara dia mengatakan akan mengajukan banding dan membawa kasus ini ke Pengadilan Hak Asasi Eropa jika diperlukan.
Tikam patung lilin Putin, anggota Femen didenda Rp 90 juta
Dia melakukannya sambil bertelanjang dada.
Rekomendasi