Ledakan granat di kawasan hiburan malam Bukit Bintang, Kuala Lumpur, pagi tadi, Kamis (9/10) menghebohkan Malaysia. Insiden ini menyebabkan 14 warga cedera dan empat mobil hancur.Polisi masih mengejar pelaku, sekaligus mengembangkan motif aksi pelemparan granat itu. Ada dua dugaan utama, pertama aksi itu dilakukan oleh jaringan terorisme. Dasarnya, pelaku melemparkan dua granat, walaupun satu lagi gagal meledak. Sementara, dugaan lain menyimpulkan ini perang antar geng di Kuala Lumpur.Anggota Parlemen dari Distrik Batu Tian Chua menilai polisi harus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri dari mana asal granat itu. Secara pribadi, dia tidak yakin geng kriminal punya sumber daya menguasai granat tangan."Granat tangan itu bukan sesuatu yang mudah didapatkan. Bagaimana kriminal bisa punya akses ke senjata terlarang seperti itu? Bagaimana senjata itu bisa diselundupkan atau dicuri dari markas militer?" kata Chua seperti dilansir surat kabar Malaysia Chronicle.Chua pun mengaitkan insiden ini dengan pemberitaan media-media asing beberapa bulan lalu. Sumber intelijen Israel pernah menuding Malaysia merupakan salah satu pusat pelatihan pejuang Hamas Palestina.Adapun sumber di kepolisian menilai terlalu dini mengatakan ledakan granat itu sebagai aksi terorisme. Mengingat tempat kejadian perkara adalah pusat hiburan malam, justru pihaknya mencurigai perseteruan geng di balik insiden ini."Kami meyakini kejadian ini terkait dengan ribut-ribut organisasi bawah tanah," kata sumber tak disebut namanya itu.Granat itu meledak di depan kelab malam Cherry Blossom. Satu lagi masuk ke kolong mobil, tapi gagal aktif. Pelaku melemparkan bahan peledak itu dari lantai dua gedung di seberang kelab malam itu.
Berdasarkan data polisi, korban luka terdiri atas 12 pria dan dua wanita. Usianya merentang antara 20 hingga 42 tahun. Status kewarganegaraan korban cedera teridentifikasi dari Thailand, China, dan Singapura. Sisanya pengunjung kelab malam Cherry Blossom asal Malaysia.
Selain korban cedera, insiden ini menyebabkan empat mobil hancur, yakni Toyota Vellfire, Toyota Camry, Mazda, dan BMW.