Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kemarin mengakui video penggorokan wartawan Amerika Serikat kedua, Steven Sotloff, tak sengaja dirilis.Video itu pertama kali disebar melalui akun media sosial Twitter, seperti dikutip situs vocativ.com dan dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (3/9). Akun @Khattabyaz menyatakan ada kesalahan pada akun yang sebelumnya merilis video itu. Namun video itu sudah terlanjur tersebar.Menurut situs vocativ, ISIS kemudian menulis klarifikasi di situs Justpaste, menyatakan kesalahan itu dibuat oleh akun "Uyun al-Ummah" yang merilis video itu sebelum waktunya."Pengguna akun itu melihat video itu sudah dikeluarkan lewat sebuah kicauan dan mengira itu sudah resmi dirilis. Kami sudah mencoba mencabut video itu karena rilis itu dilakukan dengan tidak sengaja, kami meminta maaf kepada para pengikut (follower) ISIS."Dalam kicauan di Twitter selanjutnya ISIS meminta para jihadis tidak mencela akun yang tidak sengaja menyebarkan video itu.Video Steven Sotloff digorok itu muncul dua pekan setelah wartawan Amerika James Foley dibunuh dengan cara yang sama.
ISIS sebut video Sotloff digorok tak sengaja dirilis
Video itu pertama kali disebar melalui akun media sosial Twitter.
Advertisement
Rekomendasi