Rusia larang tujuh pemimpin negara belanja di toko bebas pajak

Hal ini buntut ketegangan hubungan barat dan Istana Kremlin itu.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Rusia larang tujuh pemimpin negara belanja di toko bebas pajak
Ilustrasi Rusia. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Reidl

Hubungan negara-negara Barat dan Rusia semakin tegang. Kemarin sebuah toko kelontong bebas pajak di Bandar Udara Internasional Vladivostok, di dekat perbatasan Jepang terang-terangan melarang tujuh pemimpin negara gabungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (2/9), mereka yang dilarang yakni Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Prancis Francois Hollande.

Sebuah pengumuman di layar besar menuliskan, "Administrasi toko bebas pajak dengan ini menyatakan orang-orang berikut dilarang datang ke sini sebagai pembeli," demikian tulisan itu.

Selain itu mereka juga melarang sekitar enam politisi asal Ukraina, yakni Presiden Petro Poroshenko, Arsenij Yatsenyuk, Wali Kota Kiev Vitaly Klitschko, Dmitry Yarosh, Oleg Liashko termasuk mantan perdana menteri Julia Timoshenko.

Pihak bandar udara menerangkan tidak akan meminggirkan pengumuman itu atas nama kebebasan berpendapat.

Rekomendasi