Rekan sesama tahanan wartawan asal Amerika Serikat James Foley yang digorok oleh anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengungkapkan, Foley menjadi sasaran penyiksaan anggota ISIS setelah di komputer jinjingnya ditemukan foto kakaknya sebagai seorang tentara Angkatan Udara Amerika berusia 35 tahun.Rekan Foley, jurnalis asal Prancis bernama Didier Francois, mengungkapkan, sejak ditemukan foto itu Foley kerap menjadi bulan-bulanan penyiksaan anggota ISIS, termasuk ketika dia disalib menghadap tembok, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (22/8). Francois menceritakan kisah itu kepada Radio Europe 1.Siksaan fisik dan mental terhadap para tahanan ISIS sungguh kejam dan berat, kata Francois."Tapi Foley adalah salah satu yang paling kuat di antara kami. Dia bisa tahan dalam kondisi sesulit apa pun. Dia orang yang luar biasa. Dia jadi teman yang sangat baik selama penahanan," kata Francois.Satu tahanan asal Prancis lainnya, Nicolas Henin, yang ditahan selama tujuh bulan di Suriah, termasuk sepekan bersama Foley, mengatakan Foley dijadikan semacam kambing hitam oleh ISIS."Sebagai warga Amerika dia mungkin memang menjadi target para penculik. Para penculiknya tahu kakaknya adalah angkatan udara Amerika," kata Henin.
ISIS temukan foto kakak Foley sebagai tentara Amerika
Sejak ditemukan foto itu Foley kerap menjadi bulan-bulanan penyiksaan anggota ISIS.
Advertisement
Rekomendasi