Video eksekusi seorang wartawan foto lepas asal Amerika Serikat (AS) bernama James Wright Foley (40) diunggah oleh pihak militan ISIS ke internet. Dalam video itu, Foley yang diketahui telah hilang sejak November 2012, digorok hingga tewas oleh seorang algojo ISIS dengan menggunakan belati di tengah gurun pasir.
Orangtua Foley, Diane Foley dan John, mengaku bangga kepada anaknya. Menurutnya, Foley telah menyumbangkan hidupnya untuk mengekspos penderitaan yang dialami rakyat Suriah kepada dunia.
"Dia memberikan hidupnya untuk mengekspos dunia terhadap penderitaan rakyat Suriah," demikian pernyataan Diana Foley di laman Facebook Free James Foley, Rabu (20/8).
Dia meminta kepada para penculik ISIS membebaskan para sandera yang masih tersisa. Menurutnya, mereka adalah orang-orang yang tak berdosa.
"Seperti Jim, mereka tak berdosa. Mereka tidak memiliki kontrol atas kebijakan pemerintah Amerika di Irak, Suriah atau di mana saja di dunia," katanya.
"Kami berterima kasih kepada Jim untuk semua suka cita yang telah diberikan kepada kami selama ini. Dia adalah seorang anak yang luar biasa, saudara, wartawan dan sebagai pribadi. Harap hormati privasi kami pada hari-hari ke depan, kita berkabung dan menghargai Jim," katanya.
Sebelum dieksekusi, Foley sempat berbicara dan mengutarakan pesan terakhir sebelum akhirnya dieksekusi oleh sang algojo ISIS. Foley yang berada di bawah tekanan menyalahkan AS atas kematiannya. Hal itu terkait serangan yang dilancarkan AS terhadap ISIS beberapa waktu lalu di Irak.
"Saya meminta teman-teman keluarga dan orang-orang terkasih untuk bangkit melawan pembunuh yang sebenarnya, pemerintah AS. Untuk apa yang akan terjadi pada saya adalah hanya akibat dari kriminalitas mereka," kata Foley dalam video seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/8).
"Pesan saya kepada orang tua saya tercinta: selamatkan martabat saya jangan menerima santunan atas kematian saya dari yang sama saja memukul paku terakhir di peti mati saya dengan kampanye serangan udara baru-baru ini di Irak," katanya.
Foley juga berpesan kepada John, saudaranya yang menjadi tentara di Angkatan Udara AS untuk berpikir ulang atas pekerjaannya.
"Saya meminta saudara saya John, anggota Angkatan Udara AS, berpikir tentang apa yang Anda lakukan, pikirkan tentang kehidupan yang Anda hancurkan termasuk dari keluarga Anda sendiri."
"Saya meminta Anda John, berpikir tentang siapa yang membuat keputusan untuk mengebom Irak baru-baru ini dan membunuh orang-orang."
"Pikirkan John, siapa yang sesungguhnya mereka bunuh? Apakah mereka berpikir tentang saya, keluargamu, ketika mereka membuat keputusan itu? (menyerang ISIS)."
"Aku meninggal hari itu John, ketika rekan-rekan mu menjatuhkan bom pada orang-orang, mereka telah menandatangani sertifikat kematian saya."
"Aku berharap aku punya lebih banyak waktu, saya berharap saya punya harapan untuk bebas dan melihat keluarga saya sekali lagi. Saya berharap saya bukan orang Amerika," kata Foley dalam video sebelum kematiannya.