Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengunggah video yang menggambarkan eksekusi terhadap wartawan foto lepas (freelance fotografer) asal Amerika Serikat bernama James Wright Foley (40). ISIS mengatakan, eksekusi tersebut merupakan pesan terhadap Presiden Amerika Serikat untuk menghentikan intervensi di Irak.
Seperti dikutip The Wire, setelah melihat rekaman tersebut jurnalis Press Association, Richard Venalls, mengatakan jika algojo beraksen British. Sementara koresponden Radio Sawa Washington, Zaid Benjamin mengatakan, dirinya yakin jika sang algojo bukan berasal dari Irak atau Suriah.
Dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/8), aksi keji itu merupakan pembalasan atas serangan udara AS terhadap para militan ISIS, 12 hari lalu. Foley diketahui telah hilang sejak November 2012. Saat itu dia disandera di bawah todongan senjata ketika bertugas untuk GlobalPost di Taftanaz, di Suriah utara.
Di video berjudul 'Pesan untuk Amerika' itu Foley berlutut dengan menggunakan pakaian serba oranye dengan tangan terikat ke belakang. Di sampingnya berdiri seorang anggota ISIS yang bertugas sebagai eksekutor. Pria itu mengenakan pakaian dan topeng serba hitam dengan memegang sebilah belati di tangan kanannya.
Foley menyalahkan AS yang telah aksi kriminal dengan melancarkan serangan terhadap ISIS. Menurutnya, saat tentara AS menjatuhkan bom terhadap ISIS, sesungguhnya mereka telah menandatangani kematiannya."Aku berharap aku punya lebih banyak waktu, saya berharap saya punya harapan untuk bebas dan melihat keluarga saya sekali lagi. Saya berharap saya bukan orang Amerika," kata Foley dalam video sebelum kematiannya.