Seorang menteri Uni Emirat Arab mengatakan pemilihan mantan panglima militer Mesir Abdul Fattah al-Sisi sebagai presiden Negeri Sungai Nil itu akan mewakili "harapan baru" bagi negara Arab paling padat penduduknya tersebut.
Negara kaya di kawasan Teluk itu merupakan salah satu pendukung utama pemerintah Mesir dan telah mengirimkan bantuan militernya kepada Mesir, sejak penggulingan mantan presiden terpilih dari Ikhwanul Muslimin Muhammad Mursi pada Juli tahun lalu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (31/5).
"Kita semua harus mendukung Mesir sebagai bangsa dan rakyat yang kami kasihi," kata Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Mohammed Gargash, di Twitter.
Al-Sisi menang telak dalam pemilihan presiden pada Kamis kemarin. Mesir saat ini menderita korupsi, pengangguran yang tinggi dan defisit anggaran yang melebar.
"Tantangannya besar dan harapan juga besar, tapi momen yang kita lihat hari ini adalah yang paling penuh harapan selama tiga tahun terakhir," ucap Gargash.