Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama mengucapkan selamat kepada pemimpin India baru Narendra Modi atas kemenangannya di pemilu India pada Jumat pekan lalu dan mengundang politikus dari Partai Bharatiya Janata itu ke Gedung Putih, meskipun Modi dilarang ke Amerika pada 2005 atas dugaan pembantaian terhadap umat muslim.
Partai Bharatiya Janata dan sekutunya menyapu kemenangan pada pemilu India, menempatkan Modi dalam posisi untuk menjadi perdana menteri, dan menggulingkan dinasti Gandhi dalam pergeseran politik yang memberikan kelompok nasionalis Hindu dan partainya mandat untuk menyapu reformasi ekonomi, seperti dilansir situs the Huffington Post, Rabu (21/5).
"Obama mengatakan kepada Modi melalui sambungan telepon bahwa dia memandang ke depan untuk bekerja sama dengan dirinya demi memenuhi janji yang luar biasa dari kemitraan strategis Amerika-India," kata pernyataan dari Gedung Putih.
"Presiden mengundang Narendra Modi untuk mengunjungi Washington pada waktu yang disetujui bersama untuk lebih memperkuat hubungan bilateral kita," lanjut pernyataan itu.
Pemerintahan Presiden George Bush menolak visa Modi pada 2005 di bawah undang-undang Amerika 1998 yang membatasi masuk ke warga asing yang telah melakukan pelanggaran sangat parah dari kebebasan beragama.
Pada 2002, ketika Modi baru saja menjadi kepala menteri Negara Bagian Gujarat, lebih dari seribu orang, sebagian besar umat Islam, tewas dalam kerusuhan sektarian di wilayah itu.
Modi membantah melakukan kesalahan apapun. Namun, pada 2010, Mahkamah Agung India menemukan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan terhadap dirinya.
Lobi anti-Modi di Amerika telah menyusut. Pada Maret lalu, sebuah laporan kongres mengatakan Modi akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa jika dia menjadi pemimpin.
Hubungan Amerika-India mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir pada tahun lalu, setelah seorang diplomat muda India, Devyani Khobragade, ditangkap dan digeledah di New York. Akibat insiden itu, duta besar Amerika untuk India mengundurkan diri dan belum diganti.