Dalam penyelidikan hari ini jaksa Korea Selatan Yang Jong-jin mengatakan sinyal peringatan darurat dari kapal feri Sewol yang tenggelam dua pekan lalu diabaikan oleh perusahaan pemilik kapal.Menurut Yang kapten kapal yang bernama Shin itu mengatakan kepada para penyelidik dia sudah memperingatkan perusahaan kapal tentang kondisi kapal Sewol yang bermasalah, seperti dilansir situs asiaone.com, Rabu (30/4).Perusahaan perkapalan The Chonghaejin Marine Co membeli kapal berusia 18 tahun itu dari Jepang pada 2012. Kapal itu kemudian dimodifikasi dan ditambahi dek buat kabin penumpang di lantai tiga, empat, dan lima.Shin mengatakan renovasi kapal itu membuat keseimbangan Sewol menjadi tidak stabil. Ketika dia mengatakan soal ini kepada perusahaan kapal itu nasihatnya diabaikan.Hingga kini tim penyelidik masih mencari tahu penyebab kapal itu terbalik. Sejumlah ahli mengatakan manuver kapal itu yang tiba-tiba menyebabkan muatan kapal bergeser dan kapal menjadi tidak seimbang lalu terbalik dan akhirnya tenggelam.Tim penyelamat mengatakan hingga hari ini jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal itu sudah mencapai 210 orang. Sebanyak 92 lagi masih hilang. Para penyelam masih terus mencari korban di bagian dalam kapal yang tenggelam di perairan Pulau Jindo.
Peringatan dari kapten kapal feri Sewol diabaikan
Kapal feri Sewol berusia 18 tahun itu dibeli dari Jepang pada 2012 lalu direnovasi dengan ditambahi tiga lantai dek.
Rekomendasi