Thailand hari ini menggelar pemilihan umum ulang di lima provinsi setelah bulan lalu pelaksanaan pemilu sempat terganggu oleh gelombang unjuk rasa antipemerintah ingin memaksa mundur Perdana menteri Yingluck Shinawatra.Pemilihan umum bulan lalu mempengaruhi sekitar 18 persen konstituen atau sekitar 18 dari total 77 provinsi seperti dilansir kantor berita Reuters, Ahad (2/3).Para demonstran telah memblokir sejumlah jalan utama di Ibu Kota Bangkok dalam sepekan terakhir. Mereka menuntut Yingluck segera lengser untuk membentuk apa yang mereka sebut Dewan Rakyat. Anggota Dewan Rakyat itu akan ditunjuk buat mengambil sistem politik yang selama ini menurut mereka dikendalikan oleh kakak Yingluck sekaligus mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.Pemilu bulan lalu diyakini hampir pasti membuat Yingluck kembali berkuasa lantaran dukungan dari rakyat pedesaan di sebelah utara dan timur laut Thailand. Hasil itu tentu tidak mau diterima oleh para oposisi.Pemimpin protes Suthep Thaugsuban rencananya akan bergerak ke Taman Lumpini hari ini di mana para demonstran lain sudah mendirikan tenda buat menginap."Bagi siapa pun yang khawatir saya akan menyerah, saya pastikan orang tua seperti saya tidak tahu bagaimana menyerah," kata Suthep kemarin di tengah unjuk rasa."Itu karena ada jutaan rakyat mendukung saya. Ini bukan gerakan mundur dari kami tapi strategi untuk melawan."Jumlah pengunjuk rasa terus berkurang sejak banyak serangan tembakan dan granat ke sejumlah tenda demonstran. Tiga orang tewas pekan lalu ketika sebuah granat menghantam sebuah pusat perbelanjaan di dekat kumpulan tenda demonstran Ahad lalu.
Thailand gelar pemilu ulang di lima provinsi
Pemilu bulan lalu hampir dipastikan akan membuat Perdana Menteri Yingluck Shinawatra kembali berkuasa.
Rekomendasi