Undang-undang di Afghanistan bakal dijalankan setelah mendapat tanda-tangan Presiden Hamid Karzai. Ya, Afghanistan memang masih memberlakukan suara presiden setingkat dengan dewa. Tanpa legalitas dari Karzai undang-undang itu bakal mandek.
Jika Karzai tanda tangan, itu bisa jadi akhir dunia wanita Afghanistan dan semakin menggenapi derita perempuan di negara itu. Ini lantaran setiap lelaki bebas memukuli kaum hawa jika membangkang dan para pria tidak akan dihukum sebab ini.
Derita lain sebelumnya, perempuan tidak diperkenankan pergi ke sekolah serta melakukan kegiatan publik. Tak salah jika kasus bunuh diri kaum hawa di Afghanistan menjadi salah satu yang tertinggi sejagat. Padahal ada aturan dikeluarkan 2009 bakal memenjarakan mereka melakukan pernikahan anak di bawah umur, menjual, dan membeli perempuan dalam pelacuran. Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan fakta penegakan hukum ini tidak sampai dua persen.
Lansiran dimuat di surat kabar the Daily Mail (5/2) ini memang menyeramkan. Empat tahun lalu seorang remaja perempuan Afghanistan menjadi sampul majalah TIME sebab hidungnya dipotong oleh suami dia saat pergi dari rumah hendak menyelamatkan diri.
Hak dan nyawa kaum hawa di sana sangat murah bahkan mungkin tidak ada harganya. Atas nama kehormatan mereka sering tersakiti hingga terbunuh dengan cara sadis dan bukan dilakukan oleh orang jauh melainkan anggota keluarga sendiri.
bersama catatan dari kelompok hak asasi Amnesty Internasional, seorang perempuan Afghanistan ditembak mati oleh ayahnya sendiri di depan 300 orang, setelah dirinya dianggap mempermalukan keluarga lantaran kabur dari suami. Korban diketahui bernama Halima. Dia diperkirakan berusia 18 sampai 20 tahun dan memiliki dua anak.
Dia diketahui kawin lari dengan sepupu laki-lakinya ketika suaminya berada di Iran. Namun, sepuluh hari kemudian, sepupunya itu mengembalikan dia ke keluarganya di Desa Kookchaheel, di Distrik Aabkamari, Provinsi Badghis, sebelah barat laut Afghanistan.
Ayah Halima lantas meminta nasihat dari para sesepuh desa, dan tiga dari mereka mengeluarkan fatwa menyebut Halima harus dihukum mati di depan umum. Perempuan malang itu pun ditembak mati pada tahun lalu. Namun sepupu lelaki Halima tetap melenggang bebas.
Episode memilukan ini jelas akan bertambah masa tayangnya jika Karzai menorehkan tanda tangan di atas peraturan itu dan hanya keajaiban Tuhan yang bisa memaksa presiden untuk tidak meluluskan undang-undang itu. Semoga.