Pernyataan dari Presiden Afghanistan Hamid Karzai dua hari lalu telah membuat kemarahan dari para keluarga tentara Inggris, setelah dia menyebut kehadiran pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) selama 13 tahun justru telah membuat negaranya semakin buruk.
Invasi terhadap Afghanistan dipimpin Amerika Serikat pada 2001, sebagai respon serangan 11 September, diluncurkan untuk mengusir pejuang Al-Qaidah dan Taliban, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (3/2).
Namun, Karzai kini menggambarkan Taliban sebagai 'saudara' dan Amerika sebagai 'pesaing'. "Misi itu, dalam rangka membawa keamanan, belum sukses, khususnya di Provinsi Helmand."
"Apa yang mereka lakukan adalah membuat kantong-kantong kekayaan dan kekurangan serta kemarahan di daerah pedesaan yang luas," ujar Karzai.
Ketika ditanya oleh koran the Sunday Times, apakah akan lebih baik jika pasukan Inggris, yang banyak berbasis di Provinsi Helmand, tidak pernah pergi ke sana, Karzai menjawab: 'Iya. Saya kira begitu.'
Pernyataan Karzai itu dicap sebagai sebuah penghinaan oleh keluarga dari sekitar 447 tentara Inggris yang telah kehilangan nyawa mereka di Afghanistan.
Joan Humphreys, di mana cucunya, Kevin Elliot, 24 tahun, tewas di Afghanistan pada 2009, mengatakan, 'Karzai telah mengisyaratkan hal ini hanya untuk sementara waktu, tetapi tidak pernah mengatakannya secara terang-terangan. Saya rasa komentar ini keji'. Elliot adalah seorang tentara infantri batalyon Black Watch.
Komandan Inggris di Afghanistan, Letnan Jenderal John Lorimer, memperdebatkan klaim Karzai itu. Dia mengatakan bahwa hal-hal yang menakjubkan telah dicapai di Afghanistan.Pasukan Inggris akan ditarik pada akhir tahun ini.
Elaine Bell, di mana anaknya, Tamtama Martin Bell, mendapat Medali George, setelah tewas usai mencoba menyelamatkan seorang rekan dari Batalion II Resimen Parasut, mengatakan, 'Karzai berhak atas pendapatnya tetapi para pemuda dan perempuan itu telah melakukan pekerjaan yang fantastis di luar sana. Saya bisa melihat mengapa banyak orang akan marah akibat komentarnya'.
"Semua hal yang kita dengar adalah tentang kematian dan cerita-cerita horor, tetapi para tentara kami di luar sana membangun sekolah. Mereka di sana juga mencoba untuk menutup markas latihan para teroris dan jika mereka tidak terus menutup itu, kami mungkin tidak bisa tidur tenang," ujar Elaine.
Karzai juga dituduh oleh para keluarga lainnya telah 'meludah di atas kuburan' tentara Inggris.
Jacqui Janes, dari Kota Brighton, Inggris, ibu dari Tamtama Jamie Janes, 20 tahun, yang terbunuh akibat alat peledak pada 2009, mengatakan pemerintahan Karzai korup dan dia adalah seorang yang pantas disebut pembelot. "Saya tidak tahu apa yang dia harapkan dengan mengatakan hal ini. Itu salah dan menjijikkan."
Komandan Inggris paling senior di Afghanistan, Letnan Jenderal John Lorimer, membantah bahwa Afghanistan telah ditinggalkan dalam keadaan lebih buruk karena keterlibatan NATO. "Saya tidak setuju."
"Hal-hal menakjubkan telah dicapai di sini. Jika Anda melihat, pemerintahan di seluruh Afghanistan telah meningkat pada tingkat provinsi dan distrik," ujar Lorimer.
Inggris berencana untuk menarik pasukannya dari Afghanistan pada tahun ini, setelah 13 tahun terlibat di negara itu.
Karzai telah menolak untuk menandatangani perjanjian yang mengizinkan Amerika dan tentara NATO lainnya untuk tetap berada di negara itu sampai setelah tahun ini untuk melatih pasukan Afghanistan.