Pemimpin protes anti pemerintah Thailand tolak kompromi

Namun, dia mengatakan bakal menghentikan protes jika kekerasan meningkat dan perang saudara bakal meletup.

Vincent Asido Panggabean
Pemimpin protes anti pemerintah Thailand tolak kompromi
demo anti pemerintah thailand. ©REUTERS/Damir Sagolj

Pemimpin protes berusaha menggulingkan pemerintah Thailand, Suthep Thaugsuban, mengatakan dirinya akan menghentikan protes jika perang sipil mengancam. Tapi dia menolak berkompromi dengan pemerintahan menjelang digelarnya 'penutupan' Ibu Kota Bangkok.

Pendukung Perdana Menteri Yingluck Shinawatra kemarin menggalang aski untuk membela dirinya tetapi menjauhi Kota Bangkok, di mana warga tengah menjalankan bisnis seperti biasa, seperti dilansir situs asiaone.com, Senin (13/1).

Demonstran anti pemerintah Thailand menuduh Yingluck dan kakaknya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, melakukan korupsi. Yingluck telah menyatakan akan menggelar pemilihan umum pada 2 Februari mendatang, tetapi para pengunjuk rasa ingin pemerintah sementara turun segera.

Suthep mengesampingkan pembicaraan dengan pemerintah dalam sebuah wawancara diterbitkan kemarin. Tetapi mengatakan dia akan menghentikan gerakannya jika, seperti yang ditakutkan beberapa orang, kekerasan meningkat dan perang saudara bakal meletup.

"Jika ini menjadi sebuah perang sipil, saya akan menyerah. Nyawa manusia berharga bagi saya," kata Suthep . "Jika seseorang menghasut perang saudara, saya akan memberitahu orang-orang untuk pulang ke rumah".

Konflik antara warga kelas menengah Bangkok dan pendukung kerajaan terhadap Yingluck dan Thaksin, yang sebagian besar didukung warga miskin dan pedesaan, telah terjadi selama delapan tahun, sejak Thaksin digulingkan dalam sebuah kudeta militer pada 2006.

Partai mereka Puea Thailand tampaknya akan memenangkan pemilu baru ini, di mana pemerintah mengatakan pemilu akan diselenggarakan pada 2 Februari mendatang. Parlemen Thailand telah dibubarkan dan tanggal itu didukung oleh raja.

Namun, seorang anggota Komisi Pemilihan Umum Thailand dua hari lalu mengatakan pemungutan suara bisa dilaksanakan pada 4 Mei, dan menyatakan hal itu diperbolehkan di bawah konstitusi karena kandidat telah dicegah dari mendaftar di beberapa daerah, berarti akan ada kuorum tidak tercapai untuk membuka parlemen setelah jajak pendapat Februari.

Delapan orang, termasuk dua polisi, tewas dan lainnya terluka dalam kekerasan antara pengunjuk rasa, polisi dan pendukung pemerintah dalam beberapa pekan terakhir, meskipun belum ada laporan yang menyebut telah terjadinya pertempuran antara kelompok saingan.

Polisi mengatakan tujuh orang terluka dua hari lalu ketika penembak yang mengendarai sepeda motor menembaki demonstran anti-pemerintah di pusat Kota Bangkok di dekat daerah Khao San Road, yang populer dengan wisatawan.

Pemerintah Thailand akan mengerahkan 10.000 polisi untuk menjaga hukum dan ketertiban pada hari ini, bersama dengan 8.000 prajurit yang akan digunakan terutama untuk melindungi bangunan pemerintah.

Rekomendasi