Demonstran antipemerintah Thailand mulai memblokir jalan-jalan di beberapa bagian di Ibu Kota Bangkok dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah sebelum pemilihan umum pada 2 Februari mendatang.
Para pengunjuk rasa membangun barikade dan menduduki persimpangan jalan utama. Pemerintah Thailand telah mengerahkan 18.000 pasukan keamanan untuk menjaga demonstrasi, seperti dilansir situs bbc.co.uk, Senin (13/1).
Demonstran, yang memulai melakukan kampanye mereka sejak November, ingin menggantikan pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dengan Dewan Rakyat.
Mereka mengatakan Yingluck adalah sebuah boneka bagi kakaknya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan oleh militer pada 2006. Mereka menyatakan kebijakan-kebijakan merakyat dari pihak sekutu Thaksin telah menciptakan sebuah cacat demokrasi.
Pihak sekutu Thaksin menarik dukungan yang cukup lama dari para pemilih di pedesaan dan telah memenangkan empat pemilu sebelumnya. Partai oposisi utama saat ini akan memboikot pemungutan suara pada 2 Februari.
Setidaknya delapan orang telah tewas sejak protes dimulai pada akhir tahun lalu. Pada Sabtu, setidaknya tujuh orang terluka saat diketahui beberapa pria bersenjata menembaki demonstran di lokasi utama unjuk ras di Bangkok.