Bisa jadi ini Natal paling muram di Sudan Selatan. Tentara dan pemberontak didominasi suku tertentu bentrok di Ibu Kota Juba.
Situs npr.org melaporkan, Kamis (26/12), Presiden Salva Kiir menyerukan agar bentrokan ini segera dihentikan lantaran bisa menyebabkan perang saudara antar suku. Padahal Sudan Selatan masih negara baru dan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa menambah jumlah tentaranya dua kali lipat.
"Jangan sampai orang tidak berdosa jadi korban. Mereka membunuh sebab tidak satu suku dan ini tidak bisa diterima," ujar Kiir.
Sudan Selatan didiami dua etnis besar yakni Duer dan Dinka. Kekerasan ini sudah berlangsung sejak 15 Desember.
Negara barat dan negara di Afrika Timur berusaha menengahi antara Kiir dari Suku Dinka dan Riek Machar, mantan wakil presiden sekaligus berasal Suku Nuer.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn dan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta besok akan tiba di Juba demi ikut dalam mediasi.