Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang negara itu pada Senin (10/8/2026) pagi. Hingga Rabu (12/8), jumlah korban tewas mencapai 265 orang.
Pembaruan disampaikan Presiden Abelardo De La Espriella pada Rabu (12/8), sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu.
Sebagai bentuk belasungkawa, pemerintah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut mulai Rabu di seluruh gedung publik dan kantor perwakilan Kolombia di luar negeri.
Advertisement
Pencarian Korban
De La Espriella menyebut sedikitnya 3.494 orang terluka, sementara 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
"Upaya kami saat ini difokuskan untuk mencari mereka yang hilang," ujar Presiden Abelardo De La Espriella.
Langkah penanganan darurat difokuskan pada pengerahan sumber daya dan penguatan koordinasi antarlembaga.
Advertisement
Ribuan Rumah Hancur
Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana Kolombia (UNGRD) pada Rabu merilis kajian kerusakan yang menunjukkan dampak luas pada permukiman dan infrastruktur publik.
Sebanyak 9.215 rumah dilaporkan hancur.
Selain itu, 45.457 unit rumah mengalami kerusakan.
Advertisement
Pusat Gempa dan Susulan Menurut USGS
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar.
USGS mencatat kedalaman gempa mencapai 107 kilometer.
Gempa susulan bermagnitudo 5,0 terjadi pada pukul 08.18 waktu setempat, sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.
San Jose del Palmar adalah munisipalitas di Departemen Choco dengan jumlah penduduk sekitar 4.800 jiwa dan berada pada ketinggian 1.288 meter di atas permukaan laut.