Bagi warga Afrika Selatan membicarakan kematian sangat tabu. Tapi yang meninggal bukanlah orang sembarangan. Nelson Mandela bukan hanya milik Ibu Kota Cape Town tapi juga dunia. Sejak dilarikan ke rumah sakit pada pertengahan tahun ini, kematian Mandela ternyata sudah dipersiapkan meski keluarga dan kerabat mati-matian mengatakan mereka tidak membicarakan itu.
Stasiun televisi CNN melaporkan, Jumat (6/12), saat kritis keluarga Mandela justru terlihat optimis, mereka bahkan pernah menolak permintaan teman lama Mandela, Andrew Mlangeni, mengatakan mereka harus merelakan Mandela wafat dengan tenang, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail (9/6).
Presiden Jacob Zuma saat itu juga enggan berkomentar soal kesehatan Mandela. "Saya doakan dia cepat sembuh," ujarnya. Namun di saat sama nara sumber rumah sakit merawat Mandela bilang tokoh anti-Apartheid itu malah sudah meninggal jika alat-alat medisnya dicabut.
Ini lantaran membicarakan kematian dilarang di sana. Beberapa sumber dekat memang sudah yakin Mandela tidak bisa selamat, namun saat diminta keterangan media mereka mengatakan sebaliknya dan berdoa semoga Mandela cepat pulih.
Diam-diam keluarga Mandela ternyata sudah menyiapkan acara pemakamannya. Baru kali ini mereka berani mengumumkan rencana upacara mengantarkan lelaki itu ke haribahan terakhir. Dia bakal dikebumikan secara tradisi negaranya dan bakal ada 10 hari prosesi upacara mesti dilalui.
Mandela wafat di usia 95 tahun sebab komplikasi penyakit pernafasan.