Presiden Palestina dituduh bantu racuni Arafat

Abbas dituding terlibat dalam menambahkan polonium untuk obat-obatan Arafat selama menjalani masa tahanan rumahnya.

Vincent Asido Panggabean
Presiden Palestina dituduh bantu racuni Arafat
Mahmud Abbas. ©Reuters/Muhamad Torokman

Pengacara Palestina Fahmi Shabaneh telah menuding presiden Otoritas Palestina dan pemimpin Fatah terlibat dalam pembunuhan mantan Presiden Palestina Yasser Arafat.

Shabaneh, mantan pejabat senior di intelijen Otoritas Palestina, menuduh Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, dan mantan pemimpin senior Fatah, Muhammad Dahlan, terlibat dalam meracuni Arafat, seperti dilansir situs middleeastmonitor.com, Rabu (27/11).

Shabaneh menjelaskan dia memiliki dokumen membuktikan kedua orang itu terlibat dalam menambahkan polonium untuk obat-obatan medis diberikan kepada Arafat selama masa tahanan rumahnya.

Shabaneh, yang ambil bagian dalam penyelidikan kematian Arafat yang dilakukan kembali pada 2005, menjelaskan bahwa Dahlan menyembunyikan pasokan obat Arafat, dan kemudian merusaknya.

"Pejabat Otoritas Palestina juga mencegah dokter Arafat untuk melihat dia di hari-hari terakhirnya," kata Shabaneh.

Pada September 2009, Abbas memecat Kepala Politik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) cabang Damaskus, Shiddiq al-Qadoumi, setelah dia menyalahkan presiden Otoritas Palestina dan mantan pemimpin Fatah atas pembunuhan Arafat.

Al-Qadoumi mengatakan dia memiliki informasi yang membenarkan Abbas dan Dahlan sama-sama terlibat dalam pembunuhan Arafat.

Sementara itu, Shabaneh telah menyingkirkan kemungkinan bahwa setiap penyelidikan akan mengungkapkan fakta tentang pembunuh yang sebenarnya, Abbas dan Dahlan, karena mereka memiliki banyak koneksi dalam kasus kematian Arafat.

Rekomendasi