Setelah diklaim korban Topan Haiyan menghajar Filipina mencapai 10 ribu orang, namun hari ini pemerintah mengeluarkan jumlah resmi korban tewas yakni 1.774 orang.
Situs cbc.ca melaporkan, Selasa (12/11), Topan Haiyan meluluhlantakkan Provinsi Leyte. Presiden Filipina Benigno Aquino mengatakan dia telah menyerukan militer ke beberapa kota hancur. Selain menolong korban juga menghentikan penjarahan. Dia juga menerapkan hukum militer demi menjamin keamanan.
Topan Haiyan menghancurkan 80 persen infrastruktur Leyte. "Topan ini seperti merobek wilayah itu," ujar kepala kepolisian Inspektur Elmer Soria.
Kekuatan angin ini bisa membawa gelombang laut lebih dari 10 meter dan berkecepatan 378 kilometer per jam. Kini bergerak ke China dan sudah menewaskan delapan orang di China selatan, terutama Provinsi Guangxi. Kerugian ditaksi mencapai Rp 8 triliun.