Pemimpin kelompok militan Somalia Asy-Syabab untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa anggota kelompoknya berada di balik serangan terhadap pusat perbelanjaan Westgate di Ibu Kota Nairobi, Kenya, yang menewaskan sedikitnya 72 orang dan menghancurkan beberapa bagian kompleks itu.
Dalam sebuah rekaman audio yang diunggah di situs jaringan Asy-Syabab, somalimemo.net kemarin malam, pemimpin Asy-Syabab Ahmed Godane, yang juga dikenal sebagai Mukhtar Abu al-Zubair, mengatakan serangan terhadap Mal Westgate merupakan balasan atas serangan dari Kenya pada Oktober 2011 ke selatan Somalia untuk menumpas kelompok pemberontak, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (26/9).
"Bawa pasukan Anda keluar (dari Somalia) atau persiapkan diri Anda untuk perang jangka panjang, darah, kehancuran, dan pengungsian," kata Godane dalam pesannya yang diarahkan kepada pemerintah Kenya.
Setelah berjalan empat hari, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta kemarin mengumumkan bahwa pasukan pemerintah berhasil mengakhiri penyanderaan di Mal Westgate.
Melalui siaran televisi secara nasional, Kenyatta mengatakan pasukan keamanan berhasil menewaskan lima anggota Asy-Syabab dan membekuk sebelas lainnya. Di sisi lain, kelompok militan asal Somalia itu telah membunuh 61 orang, termasuk keponakan presiden dan enam serdadu Kenya.
"Kenya berhasil mempermalukan dan mengalahkan para penyerang kami," kata Kenyatta seperti dilansir BBC, kemarin. Dia menegaskan sebelas anggota Asy-Syabab ditahan bakal menerima hukuman setimpal.
Setidaknya, 18 korban tewas berasal dari Inggirs, Prancis, Kanada, Belanda, Australia, Peru, Ghana, Afrika Selatan, dan China. Sekitar 175 lainnya cedera, termasuk 62 orang masih dirawat di rumah sakit.
Penyerangan dimulai Sabtu siang pekan lalu. Serbuan itu sebagai protes atas keterlibatan pasukan Kenya dalam misi tentara Uni Afrika di Somalia buat menumpas pemberontak Asy-Syabab.
Namun insiden ini bukan yang pertama dilancarkan Asy-Syabab di Kenya. Pada 1998, mereka mengebom Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi dan menewaskan lebih dari 200 orang. Empat tahun kemudian, mereka menyerang hotel mewah kepunyaan warga Israel dan berusaha menembak jatuh pesawat sipil negara Zionis itu.
Bukan sebuah kebetulan, Mal Westgate juga milik orang Israel. Di sini juga terdapat empat restoran orang Israel. Bangunan lima lantai berdiri sejak 2007 ini menjadi salah satu tempat nongkrong favorit bagi warga asing di Kenya.