Pemilu terakhir bagi Mahathir

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ini masih kuat berdiri buat berpidato sekitar satu setengah jam.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Pemilu terakhir bagi Mahathir
kampanye mahathir. ©2013 Merdeka.com/Faisal Assegaf

Usianya tak lagi muda. Setengah tahun lagi bakal genap 88 tahun. Namun mantan perdana menteri Malaysia ini masih kuat berdiri buat berpidato sekitar satu setengah jam.

Mahathir Mohamad menunjukkan kekuatan staminanya itu saat berkampanye buat barisan Nasional di Kampung Putat, Jerlun, Negara Bagian Kedah, seperti dilaporkan wartawan merdeka.com Faisal Assegaf, Sabtu (4/5). Selama itu pula, dia berdiri dengan hanya menyandarkan tubuhnya di podium.

Pemimpin legendaris negara jiran ini kokoh. Dia tidak berupaya menggerakkan kedua kakinya buat mengusir rasa pegal. Mazli Mazlan, hanya menyediakan segelas air sepanjang pidato politik Mahathir yang mencela kelompok oposisi, terutama PAS (Partai Islam se-malaysia), penguasa Kedah.

Mahathir mencela omongan Nik Aziz yang mengklaim PAS itu identik dengan Islam dan Islam adalah PAS. Dia menegaskan itu sikap takabur. "Kalau ada dalam kitab-kitab karya ulama silam sebut macam itu, saya akan masuk PAS," ujarnya disambut tawa para pendukungnya.

Padahal tadi siang, matahari amat terik. Meski sekitar seratus warga Kampung Putat duduk di bawah tenda, mereka tidak mampu mengusir gerah. Sebagian besar kaum perempuan berkipas-kipas. Tapi Mahathir berusaha tegar. Dia tidak kelihatan mengipasi tubuhnya berbalut kemeja lengan pendek dipadu topi sama-sama biru, warna khas UMNO (Organisasi Bangsa Melayu Bersatu). Selepas pidatonya, dia berdiri bersama hadirin menyanyikan lagu partai berkuasa itu.

Selepas makan siang, dengan ramah dia menyalami para pengagumnya. Dia seolah menutupi rasa letihnya buat menerima ajakan foto bersama beberapa kali sebelum masuk ke dalam sedan BMW perak keluaran terbaru.Menurut asisten pribadi, Mazli Mazlan, bosnya itu masih kuat meladeni jadwal padat berkampanye. Di hari terakhir kampanye ini, Mahathir bersama putranya, Mukhriz, bakal tampil mulai pukul sembilan malam di Padang Sera, Jerlun. "Dia bakal pulang pakai helikopter," ujarnya.

Mahathir kiranya berupaya membuktikan Barisan Nasional belum habis. Tapi ajal tidak bisa disangka, maut tak dapat kira. Di umur hampir kepala sembilan itu, siapa sanggup menjamin Mahathir bakal bisa berjumpa pilihan raya mendatang.

Rekomendasi