Operasi Daulat yang dilancarkan militer dan polisi Malaysia masih terus dilakukan hingga hari keenam. Kali ini, operasi digelar di Kampung Tandou dan Tanjung Batu, dekat wilayah Filipina Selatan.
Akses menuju Kampung Tandou hingga hari ini masih tertutup untuk umum, termasuk media. Hanya media yang mendapat izin dari Kementerian Penerangan (Jabatan Penerangan) yang bisa mendekat ke wilayah Tandou.
"Tanpa izin atau permit dilarang mendekat, apalagi masuk. Ini demi keselamatan," ujar anggota polisi Lahad Datu kepada reporter merdeka.com Hery H Winarno dari Lahad Datu, Sabah, Malaysia, Ahad (10/3).
Akses dari Wilayah Lahad Datu menuju Kampung Tandou berjarak sekitar 130 kilometer. Di sepanjang jalan itu, enam hingga delapan barikade polisi Malaysia juga sudah dikerahkan di setiap titik.
Setiap kendaraan yang melintas diberhentikan dan diperiksa barang serta penumpangnya. Hanya pekerja perkebunan yang diperbolehkan melintas.
"Kalau lori (truk perkebunan bisa masuk) itu pun perkebunan yang jauh dari Tandou. Kalau bukan orang perkebunan dilarang masuk, nanti ditanya-tanya sama polisi," ujar Hasdi, sopir perkebunan kepada merdeka.com.
"Kalau orang tak punya identitas atau paspor mungkin dikira penyusup, bisa bahaya," tambahnya.
Konflik antara kelompok bersenjata dengan aparat keamanan Malaysia terjadi setelah sekitar 200 pengikut Kesultanan Sulu dari kepulauan Filipina selatan tiba di Negara Bagian Sabah bulan lalu menggunakan sejumlah kapal. Mereka berusaha merebut Sabah yang menurut mereka adalah wilayah milik nenek moyang mereka.
Konflik ini menjadi yang terburuk terjadi di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir. Kontak senjata yang terjadi dalam sepekan terakhir menimbulkan ketakutan bagi warga setempat.