Tentara Malaysia mengaku sudah bisa mengepung para penyusup Sulu, Filipina Selatan. Para penyusup yang belum diketahui jumlahnya tersebut kini berada di sekitar kampung Tandou dan Tanjung Batu."Mereka bergerak dalam kelompok kecil. Tidak mungkin lepas dari kepungan. Mereka berada di sekitar Kampung Tandou dan Tanjung Batu," ujar Panglima Angkatan Tentera Malaysia, Jenderal Tan Sri Dato Sri Zulkefli Mohd. Zin seperti dikutip dari media Malaysia, TV1 di Lahad Datu, Sabtu (9/3).Menurut Zulkefli, hingga saat ini pihaknya akan terus mendesak kelompok penyusup tersebut. Serangan yang diberi nama Operasi Daulat tersebut demi mengamankan wilayah Sabah yang diduduki penyusup.Seperti dilaporkan reporter merdeka.com Hery H Winarno dari Lahad Datu, Malaysia, dalam operasi hari kelima ini, militer dan Polisi Di Raja Malaysia (PDRM) juga menembak satu penyusup Sulu. Penyusup yang ditembak tersebut dipastikan tewas.Pihak Malaysia juga mengklaim bahwa 53 penyusup Sulu telah ditembak mati dalam operasi tersebut. Selain itu 79 penyusup berhasil ditawan.Malaysia juga telah menolak seruan gencatan senjata yang ditawarkan pemimpin tentara Sulu.Sekitar 200 pengikut Kesultanan Sulu dari kepulauan Filipina selatan itu tiba di Sabah bulan lalu menggunakan sejumlah kapal. Mereka berusaha merebut Sabah yang menurut mereka adalah wilayah milik nenek moyang mereka.Konflik ini menjadi yang terburuk terjadi di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.Kontak senjata yang terjadi dalam sepekan terakhir menimbulkan ketakutan bagi warga setempat.
Malaysia klaim kepung penyusup Sulu di Tandou
Aparat gabungan Malaysia menggelar Operasi Daulat untuk mengamankan wilayah Sabah yang diduduki penyusup.
Rekomendasi