Debat terakhir capres AS, Obama ungguli Romney

Soal nuklir Iran dan revolusi di beberapa negara Arab menjadi pembahasan sengit kedua kandidat.

Vincent Asido Panggabean
Debat terakhir capres AS, Obama ungguli Romney
Obama dan Romney. unitedreporters.gr

Dalam debat ketiga sekaligus terakhir sebelum pemungutan suara memilih presiden Amerika Serikat, Presiden Barack Hussein Obama dan calon Presiden dari Partai Republik Mitt Romney saling tuding kebijakan luar negeri masing-masing, terutama isu Timur Tengah. Adu argumen terakhir ini menjadi penentu, siapa bakal memimpin negara adidaya itu.Stasiun televisi CBS News melaporkan, Selasa (23/10), Obama menuding Romney sebagai pemimpin salah dan sembrono. Sedangkan Romney menyerang kebijakan presiden dari Partai Demokrat itu dalam melihat isu Timur Tengah. Debat calon presiden yang diadakan di Universitas Lynn, Negara Bagian Florida, Senin malam waktu setempat itu, terlihat masing-masing kandidat saling mengeluarkan kemampuannya untuk menyerang kebijakan luar negeri lawannya."Anda (Romney) mengatakan tidak tertarik mengulang kembali kejadian di Irak. Tapi beberapa pekan lalu Anda mengatakan Amerika harusnya menaruh banyak tentara di Irak," katanya. Obama menyebut Romney selalu salah dalam mengeluarkan pendapat.Sementara Romney mempertanyakan reaksi Obama terhadap situasi di negara-negara Arab dan menyebut seharusnya Amerika bisa menghilangkan segala kekacauan itu. Dia mengatakan momen revolusi di negara-negara Arab dapat menjadi kesempatan melakukan perubahan dan memberi peluang bagi kaum wanita agar lebih berpartisipasi dalam pelbagai aspek di Timur Tengah."Namun kita justru diperlihatkan berbagai insiden dari satu negara ke negara lainnya, seperti di Suriah menyebabkan 30 ribu orang tewas oleh serangan militer Suriah. Kita juga melihat insiden di Libya yang kita tahu itu serangan teroris dan menewaskan empat warga Amerika di sana," sambung Romney.Romney juga menyebut kebijakan Obama terhadap program nuklir Iran yang dilakukan selama empat tahun terakhir ini telah sia-sia. Namun, Obama mengatakan sanksi administratif dijatuhkan Amerika tehadap Iran masih terus berjalan dan membuat Negara Mullah itu lemah secara ekonomi dan kekuatan militer selama bertahun-tahun. "Selama saya menjadi presiden Amerika, Iran tidak akan bisa membuat senjata nuklir," ucapnya.CBS News sebelumnya mengeluarkan hasil jajak pendapat beberapa jam sebelum debat dimulai. Hasil survei memperlihatkan Obama mengungguli Romney dengan perolehan 50 banding 41 persen. Di situ responden ditanyakan mengenai siapa yang akan membuat kebijakan luar negeri terbaik.Sedangkan untuk masalah penanganan terorisme dan keamanan, responden menilai Obama lebih kuat dibandingkan Romney dengan 49 banding 42 persen untuk Obama. Sementara untuk kebijakan terhadap Iran, Obama kembali mengalahkan Romney dengan 46 banding 43 persen suara. Hasil jajak pendapat juga memperlihatkan kebijakan luar negeri Amerika terhadap China kedua kandidat memiliki poin sama dengan 44 persen. Romney justru mengungguli Obama dalam kebijakan terhadap Israel, dengan 46 persen banding 42 persen.

Rekomendasi