Korban tewas gempa Iran jadi 220, petugas kesulitan evakuasi

Presiden Mahmud Ahmadinejad sudah menyampaikan duka cita dan berharap korban tewas tidak bertambah.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Korban tewas gempa Iran jadi 220, petugas kesulitan evakuasi
Korban cedera sedang dirawat di rumah sakit akibat gempa 6,4 skala richter di wilayah Tabriz Iran, Minggu (12/8). (c) Reuters

Korban gempa 6,4 dan 6,3 skala richter di wilayah barat laut Iran terus bertambah. Data terakhir kantor berita Iran, IRNA, menyatakan korban tewas sejak dini hari tadi mencapai 220 jiwa, dengan lebih dari 1.500 orang cedera. Sampai berita ini dilansir, petugas masih kesulitan melakukan evakuasi. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Iran, Ghulam Reza Masyumi, upaya evakuasi sulit karena kondisi gelap. "Petugas sulit menyisir puing-puing karena masih gelap, setelah matahari terbit semoga upaya evakuasi bisa ditingkatkan," kata dia, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Minggu (12/8).Gempa melanda Kota Tabriz dan memporak-porandakan lebih dari 60 desa di dekat kawasan itu dini hari tadi. Hanya berselang beberapa jam, lindu susulan menggoncang Kota Varzaghan, 49 kilometer dari Tabriz.Wilayah itu merupakan kawasan pegunungan dengan banyak bangunan berupa apartemen. Tabriz juga merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak dan uranium Negeri Mullah itu. Namun beberapa fasilitas penting itu kabarnya tidak mengalami kerusakan berarti. Gempa ini unik karena terjadi di pusat kota namun malah menghancurkan desa-desa di sekitarnya.melalui situs resminya, Presiden Mahmud Ahmadinejad langsung menyatakan dukacita. Dalam pernyataan itu presiden meminta warga saling membantu di lokasi. Presiden juga mengimbau pemerintah setempat aktif menyelamatkan para korban.Pusat gempa terjadi pada kedalaman 9,9 kilometer. Iran memang sejak lama dikenal berada di patahan besar bumi, sehingga rentan terhadap kegiatan seismik. Pada tahun 2003, gempa di kota Bam, sebelah tenggara Teheran, menewaskan 25 ribu orang.

Rekomendasi