Titik Panas di Kalimantan Bertambah, Jarak Pandang 1-2 Km

BNPB melaporkan penambahan titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan. Jarak pandang di kawasan terdampak berada 1-2 km.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Titik Panas di Kalimantan Bertambah, Jarak Pandang 1-2 Km
Pohon-pohon yang terbakar terlihat saat api melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP Photo/Stefanus Taman)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Penambahan titik panas terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan dinamika terkini di tiga provinsi tersebut.

"Kita lihat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah, relatif menurun," ujar Berton di Gedung BNPB, Senin (31/8/2026).

Ia menambahkan jarak pandang di kawasan terdampak berada pada kisaran pendek.

"Namun demikian, kalau kita perhatikan data dari titik api, di ke-3 provinsi ini kita temukan adanya kenaikan titik api jarak pandang pun kurang lebih 1 sampai 2 kilometer," ucap dia.

Di Sumatera, Berton memaparkan titik panas di Riau dan Jambi relatif menurun, sedangkan di Sumatera Selatan terjadi peningkatan hingga 209 titik menjadi 1.013 titik api. Jarak pandang juga bervariasi antarprovinsi.

"Sedangkan di Riau maupun di Jambi, titik panas berkurang secara signifikan. Jarak pandang pun bervariasi antara 4 sampai 5 kilometer di Riau maupun Sumatera Selatan, sedangkan Jambi sekitar 7 kilometer," tutur Berton.

Ia kemudian menyampaikan laporan sebaran polutan yang diakumulasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut prediksi, kualitas udara di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan diperkirakan sangat pekat hingga esok hari.

"Berikut ini adalah sebaran polutan yang disampaikan oleh BMKG. Bila kita lihat ini prediksi hari ini maupun besok, kita lihat di Kalimantan Barat, Tengah, maupun Selatan relatif sangat pekat. Ini menandakan bahwa jumlah asap sangat tebal di daerah-daerah tersebut," kata Berton.

"Di Sumatera ada sebagian di Riau, di Jambi maupun Sumatera Selatan. Di Papua misalnya, kalau kita lihat hari ini dibandingkan dengan besok, cenderung mengalami diffuse atau adanya pengurangan intensitas di beberapa titik termasuk juga di Jawa," sambung dia.

Penanganan Kebakaran Hutan Terus Dikerahkan

Berton memastikan pemerintah memadukan operasi udara dan darat untuk mempercepat pengendalian karhutla di wilayah yang masih menunjukkan peningkatan aktivitas kebakaran.

"Ini menjadi langkah yang serius bagi tim pemerintah untuk mengendalikan Karhutla," kata dia.

Ia menyebut sebanyak 53 armada udara telah dikerahkan untuk mendukung penanganan di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Armada udara kita saat ini ada 53 unit, di mana 19 di antaranya melakukan kegiatan patroli maupun operasi TMC, 34 unit untuk membantu operasi pengeboman air melalui helikopter water bombing," jelas Berton.

Rekomendasi