Situasi di beberapa wilayah Timor Leste tegang dan kekerasan meningkat selepas pemilihan umum awal bulan ini. Kepala Kepolisian Nasional Timor Leste Longuinhos Monteiro mengatakan sudah seorang tewas dan empat polisi luka akibat bentrok hingga hari ini. "Warga sebaiknya menghindari berpergian keluar rumah jika tak ada hal penting," katanya seperti dilansir surat kabar New Zealand Herald, Senin (16/7). Kelar penghitungan suara cepat, pemilu kali ini sukses dimenangkan oleh Partai Kongres Nasional buat Rekonstruksi Timor Leste (CNRT) dipimpin Perdana Menteri Xanana Gusmao. Mereka meraup 35,76 persen suara disusul Fretilin memperoleh 30,99 persen. Xanana akhirnya sepakat berkoalisi dengan dua pratai dan tidak mengajak Fretilin. Bentrokan langsung terjadi mulai Ahad malam setelah penghitungan suara berakhir. Polisi meyakini pelakunya adalah pendukung Fretilin karena tidak terima partainya kalah. Mereka juga berdemonstrasi di ibu kota memprotes hasil pemilu.Kerusuhan seusai pesta demokrasi bukan terjadi pertama kali. Pada 2006, negara ini sampai dikawal seribu personel keamanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kerusuhan terjadi dan meluas. "Kejadian kali ini masih bisa ditanggulangi," kata Monteiro.Juru bicara PBB di Timor Leste, Sandra McGuire, membenarkan sejumlah kekerasan terjadi di Dili dan beberapa wilayah. Aparat setempat sudah turun tangan dan situasi telah terkendali. Dia berharap semua pihak bisa menerima hasil pemilu dengan lapang dada, termasuk Fretilin.
Hingga berita ini dilansir, Komisi Pemilihan Umum belum mengumumkan hasil resmi.