Dua potongan video adegan seks yang diduga melibatkan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia Mohammad Azmin Ali yang merupakan oposisi Barisan Nasional sedang ramai diperbincangkan di Negeri Jiran.
Situs thestar.com melaporkan, Rabu (2/5), dalam potongan gambar yang diunggah beberapa situs pro rezim Barisan Nasional, yakni papagomo.com, ocean-13.blogspot.com, amwaraid.com, stopthelies.my, parpukari.blogspot.com, dan scandalazminali.blogspot.com.
Dalam potongan video porno berjudul "Skandal Blowjob Azmin Ali", terlihat seorang pria yang diduga pimpinan PKR dan seorang wanita melakukan adegan seksual di dua tempat berbeda, yakni kamar mandi dan ruang keluarga.
Pada potongan video pertama yang terdiri dari empat adegan, terlihat pria yang diduga Azmin Ali bertamu ke sebuah kamar apartemen perempuan. Pria itu mengenakan baju kemeja warna krem bercorak garis vertikal dan celana panjang warna gelap. Sementara sang perempuan memakai baju warna hitam dan celana jins biru.
Pria itu berjalan menuju ruang tamu dan keduanya kemudian berbincang. Tidak lama setelah itu, mereka pun melakukan oral seks di sofa berwarna coklat tua dilengkapi empat bantal, dua warna putih, lainnya bercorak belang hitam-putih. Setelah selesai, perempuan itu mengantarkan laki-laki itu ke depan pintu. Peristiwa itu direkam kamera dari tiga sudut.
Sementara itu, lima potongan gambar video kedua yang bertempat di kamar mandi, terlihat pria yang diduga Azmin Ali dan seorang wanita sedang melakukan oral seks. Sang perempuan duduk di kloset, sementara laki-laki itu berdiri. Perempuan itu memakai kaos putih dan celana panjang warna biru, sang pria memakai kemeja biru dan mengenakan jam tangan di pergelangan tangan kiri. Setelah selesai, perempuan itu berdiri dan bajunya diangkat oleh lelaki itu.
Penempatan kamera tersembunyi buat merekam adegan syahwat itu tampaknya dilakukan oleh profesional, karena sudut pandangnya terlihat mampu menggambarkan peristiwa secara utuh.
Sontak rekaman gambar video porno yang diduga pimpinan partai oposisi itu menggegerkan publik Malaysia karena pekan lalu mereka baru saja menggelar unjuk rasa besar menuntut pemilu bersih yang berakhir ricuh.
Anggota parlemen Batu Pahat Dr. Mohammad Puad Zarkashi menyarankan agar Azmin Ali melaporkan kasus itu ke polisi agar dapat diselidiki lebih lanjut. Selain menyangkal, anggota dewan perwakilan rakyat itu juga menantang presiden PKR itu buat menuntut pemilik blog karena telah mencemarkan namanya.
Kasus video porno juga pernah menimpa pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. Pada 21 Maret 2011, sebuah tayangan video memperlihatkan pria mirip Anwar sedang beradegan seks dengan seorang wanita.
Video itu disebarkan oleh tiga orang, yakni pengusaha Datuk Shazryl Ezka Abdullah, mantan Gubernur Malaka Tan Sri Rahim Tamby Chik, dan Datuk Shuaib Lazim. Ketiganya sudah dilaporkan oleh Anwar Ibrahim ke polisi dan kini mereka tengah menjalani persidangan.
Belakangan ini pemerintah Malaysia dan kelompok pembangkang seolah berpacu mengejar popularitas. Perdana Menteri Najib Razak bulan lalu mencabut Akta Keamanan Dalam Negeri (ISA). Sehari menjelang Hari Buruh Internasional, ia mengumumkan kenaikan upah minimum bagi pekerja swasta, baru berlaku setengah tahun lagi.
Pacuan meraih sokongan rakyat itu berlangsung menjelang pemilihan umum. Anwar memperkirakan pesta demokrasi itu bakal dilangsungkan Juli mendatang. Jika Azmin Ali terbukti terlibat dalam video porno itu, maka hal itu bisa menghancurkan citra oposisi setelah bertahun-tahun dibangun.