Horta umumkan pemilihan parlemen 7 Juli

"Saya akan di pemerintahan lagi Agustus mendatang dengan kekuasaan lebih besar," kata Horta kepada merdeka.com.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Horta umumkan pemilihan parlemen 7 Juli
Presiden Jose Ramos Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao dalam sebuah upacara di Ibu Kota Dili, Timor Leste (abc)

Presiden Jose Ramos Horta mengumumkan pemilihan anggota parlemen akan diundur sebulan dari yang dijadwalkan semua pada Juni mendatang. Dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (11/4), dia mengeluarkan dekrit yang menyebutkan pemilihan akan dilangsungkan Sabtu, 7 Juli. Horta mengungkapkan keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan semua wakil partai di parlemen. Rapat yang digelar Selasa lalu di Istana Nicolau Lobato, juga dihadiri pejabat Komisi Pemilihan Nasional (NEC) dan Sekretaris Teknis untuk Administrasi Pemilihan (STAE)."Keputusan presiden dibuat berdasarkan standar hukum, setelah berkonsultasi dengan pemerintah dan wakil partai di parlemen," kata Horta dalam pernyataan tertulisnya. Timor Leste akan menggelar pemilihan presiden putaran akhir Senin pekan depan. Dua calon akan bertarung adalah Fransisco "Lu Olo" Guterres (Presiden Partai Fretilin) dan Taur Matan Ruak (mantan panglima militer Timor Leste). Horta yang ikut pada pemilihan itu gagal lolos ke babak penentuan setelah menempati peringkat ketiga dalam perolehan suara. Namun, dia menyatakan kepada merdeka.com akan bertarung pada pemilihan parlemen. "Saya akan di pemerintahan lagi Agustus mendatang dengan kekuasaan lebih besar," ujarnya melalui pesan pendek bulan lalu. Timor Leste yang baru merdeka satu dekade lalu memang memakai sistem pemerintah parlementer. Perdana Menteri memegang kendali kekuasaan, sedangkan presiden hanya simbol.

Rekomendasi