Presiden Timor Leste yang ikut dalam pemilihan presiden Sabtu lalu Jose Ramos Horta mengaku kalah meski penghitungan suara belum selesai. Sejauh ini sudah sekitar 60 persen suara sah yang dihitung dan Horta berada di posisi ketiga. "Pada 19 Mei tengah malam, saya akan menyerahkan kepemimpinan negara ini kepada satu dari dua calon yang melaju ke putara kedua," kata Horta kepada wartawan di Ibu Kota Dili, seperti dilaporkan Channel News Asia, Senin (19/3). Hingga kini tidak ada kandidat presiden meraih suara lebih dari setengah. Alhasil, pemilihan bakal berlanjut di babak penentuan pertengahan bulan depan. Duya calon yang sangat mungkin melaju adalah Ketua Partai Fretilin Francisco "Lu Olo" Guterres dan mantan panglima militer Taur Matan Ruak. Guterres telah meraup 28 persen, disusul Taur (25 persen). Ramos Horta merupakan figur presiden sangat populer di kalangan rakyat Timor Leste. Horta yang pernah mengalami percobaan pembunuhan mengatakan dirinya akan tetap netral dan tidak akan mendukung salah satu calon presiden yang sedang bersaing itu. Menurut Horta, dirinya akan menyerahkan Timor Leste dalam situasi amat berbeda sejak dirinya menjabat perdana menteri pada 2006 dan menjadi presiden setahun kemudian. Ramos-Horta menyatakan jika tidak terpilih dia akan menerima tawaran jabatan apapun di dalam pemerintahan. Tokoh berusia 62 tahun itu juga mengatakan akan menulis buku sesuai janjinya sejak lama.Setelah pemilihan presiden, Timor Leste bakal menggelar pemilihan parlemen pada Juni mendatang. JIka Guterres terpilih, ini bakal menjadi isyarat Fretilin bisa menang pada pemilihan selanjutnya.
Ramos Horta mengaku kalah
Dia mengaku tidak mendukung Fransisco Guterres atau Taur Matan Ruak yang berpeluang maju ke putaran kedua.
Rekomendasi