Meski jumlah suara sah yang dihitung baru 60 persen, Presiden Jose Ramos Horta yang maju pada pemilihan presiden Sabtu lalu mungkin tidak akan maju ke babak penentuan.VOA melaporkan, Senin (19/3), Horta sejauh ini berada di posisi ketiga dengan perolehan suara sedikit di atas 18 persen. SEdangkan dua calon yang berada di posisi dua besar, yakni Ketua Partai Fretilin Fransisco Guterres (sekitar 28 persen) diikuti bekas panglima militer Jose Maria de Vascocelos (25 persen). Kepada merdeka.com Jumt pekan lalu, Horta mengaku tidak peduli jika harus kalah. "Saya tidak benar-benar berpikir soal menang atau kalah," katanya. Dia hanya berharap pemilihan akan berlangsung tertib dan aman. Pemilihan presiden kali ini merupakan yang ketiga sejak bekas provinsi ke-27 Indonesia itu menjadi negara merdeka satu dekade lalu. Pada pemilihan kali ini terdapat 12 kandidat. Empat diantaranya paling dijagokan, termasuk Horta dan Guterres. Putaran kedua sekaligus penentuan menurut rencana bakal digelar pertengahan bulan depan. Timor Leste tahun ini juga akan menggelar pemilihan anggota parlemen pada Juni mendatang. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon menyambut gembira pelaksanaan pemilihan yang berlangsung damai. Dalam pernyataan tertulisnya, Tidak seperti pada pemilihan presiden 2006, negara itu dilanda konflik bersenjata. Ratusan tentara yang dipimpin Mayor Alredo Reinado dan Letnan Satu Salsinha memberontak. Keduanya akhirnya tewas setahun kemudian.
Horta mungkin tidak lolos ke putaran final
Presiden Jose Ramos Horta berada di posisi ketiga meski suara sah yang dihitung baru 60 persen.
Rekomendasi