Pemilu Timor Leste damai, tanda kematangan demokrasi

Rakyat negeri bekas salah satu provinsi di Indonesia itu sangat antusias untuk datang ke tempat pencoblosan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Pemilu Timor Leste damai, tanda kematangan demokrasi
Pemilu Timor Leste damai, tanda kematangan demokrasi

Pemilihan Presiden Timor Leste putaran pertama telah selesai dilaksanakan kemarin, (17/3), dan berlangsung dengan damai. Untuk ketiga kalinya rakyat negeri itu memilih pemimpin mereka sejak meraih kemerdekaan tahun 2002. Rakyat negeri bekas salah satu provinsi di Indonesia itu sangat antusias untuk datang ke tempat pencoblosan.Surat kabar Strait Times melaporkan, Minggu (18/3), sejak pagi hari kemarin jalanan di pusat kota Dili tampak lengang dan sebagian besar pusat bisnis nampak tutup. Para pemilih juga terlihat berjalan menuju tempat pemungutan suara (TPS), beberapa dari mereka bahkan sudah menunggu di TPS sebelum petugas datang. Hasil penghitungan secera resmi akan diumumkan minggu depan, tapi hasil sementara kemungkinan diterima hari ini.Banyak pihak mengapresiasi pemilihan presiden Timor Leste yang damai kemarin, setelah pada 2006 negeri itu dilanda perang saudara dan dikategorikan sebagai negara yang rapuh oleh PBB. Charlie Sheiner, seorang analis dari lembaga pengembangan dan monitoring Institut Timor Leste, mengatakan bahwa situasi damai menjelang pemilu merupakan cermin bahwa masyarakat Timor Leste berada dalam tahap kematangan demokrasi. Charlie juga menambahkan bahwa pemilu yang damai itu merupakan sebuah proses transisi masyarakat yang pernah berada di bawah tekanan militer untuk bisa menentukan rakyat, pemimpin, dan masa depan mereka sendiri.Deputi Sekreratis Jenderal Misi Integrasi PBB di Timor Leste (UNMIT), Finn Reske-Nielson, mengatakan dirinya cukup puas saat melihat praktik kampanye politik tiap calon presiden yang dilakukan dengan bersih dan tanpa tindak kekerasan. Menurut Finn, tiap kandidat presiden menepati komitmennya untuk mewujudkan proses politik yang baik dan mewujudkan situasi yang damai.Bagi beberapa analis politik internasional, pemilihan presiden Timor Leste kemarin merupakan ujian bagi negara termuda dan termiskin di Asia itu untuk mampu mewujudkan sebuah stabilitas politik dan perkembangan ekonomi yang baik. Beberapa pihak juga yakin pemilu presiden akan berlangsung dalam dua putaran.

Rekomendasi