Presiden Palestina Mahmud Abbas Kecam Hamas dengan Kata-Kata Kasar, Desak Bebaskan Semua Tawanan Israel

Pembebasan tawanan dianggap langkah krusial untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai 'perang pemusnahan' di Gaza,

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Presiden Palestina Mahmud Abbas Kecam Hamas dengan Kata-Kata Kasar, Desak Bebaskan Semua Tawanan Israel
Presiden Palestina Mahmud Abbas Kecam Hamas dengan Kata-Kata Kasar, Desak Bebaskan Semua Tawanan Israel (Merdeka.com)

Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, mendesak Hamas untuk segera membebaskan seluruh tawanan Israel yang ditahan di Gaza. Tuntutan ini disampaikan Abbas sebagai upaya untuk menghentikan apa yang disebutnya 'perang pemusnahan' di Gaza dan menghilangkan alasan bagi Israel untuk melancarkan serangan militernya. Pernyataan yang disertai kata-kata kasar tersebut disampaikan dalam pidato pembukaan pertemuan Dewan Pusat PLO ke-32 di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.

"Kalian anak-anak anjing, serahkan apa yang kalian tahan dan keluarkan kita dari semua ini. Jangan beri Israel alasan. Jangan beri mereka alasan," kata Abbas, dikutip dari The Cradle, Kamis (24/4).

Menurut Abbas, keberadaan tawanan di tangan Hamas memberikan Israel dalih untuk melanjutkan serangannya yang brutal.

Pemimpin Fatah yang berusia 89 tahun itu secara khusus menyebutkan tawanan AS-Israel Adi Alexander, dan menyatakan penolakan Hamas untuk membebaskannya menyebabkan ratusan kematian setiap hari di Gaza sejak Israel melanjutkan kampanye pembersihan etnisnya.

"Setiap hari ada ratusan kematian. Mengapa? Mereka tidak ingin menyerahkan tawanan AS," kata Abbas.

Selain menuntut pembebasan tawanan, Abbas juga melayangkan tuntutan lain kepada Hamas. Ia meminta kelompok tersebut untuk menyerahkan kendali penuh atas Jalur Gaza kepada PA, melucuti seluruh persenjataan mereka, dan bertransformasi menjadi partai politik biasa. Abbas menilai Hamas telah merusak persatuan Palestina dan memberikan Israel 'alasan gratis' untuk melancarkan kejahatan di Gaza.

Sementara itu, Israel mengaku tawanan mereka di Gaza bukan hal penting.

"Kita harus mengatakan yang sebenarnya, memulangkan para tawanan bukanlah hal yang paling penting," kata Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich pada Senin.

"Itu jelas merupakan tujuan yang sangat penting, tetapi jika Anda ingin menghancurkan Hamas sehingga tidak akan ada lagi 7 Oktober, Anda perlu memahami bahwa tidak boleh ada situasi di mana Hamas tetap berada di Gaza," tambahnya.

Meskipun Hamas tidak menanggapi komentar Abbas, gerakan perlawanan tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyebut pertemuan hari Rabu di Ramallah sebagai “kesempatan nyata untuk membangun posisi nasional yang bersatu guna menghadapi kebijakan genosida yang dilakukan oleh musuh Zionis terhadap rakyat kami di Jalur Gaza, dan operasi pembersihan etnis serta pengusiran paksa di Tepi Barat dan Yerusalem.”

Hamas juga mendesak faksi-faksi Palestina yang hadir untuk melaksanakan keputusan-keputusan sebelumnya oleh Dewan Pusat, khususnya “menghentikan koordinasi keamanan, memutuskan hubungan dengan musuh Zionis, dan meningkatkan perlawanan rakyat dan politik terhadap pendudukan dan proyek-proyek Yahudisasi dan permukimannya, yang bertujuan untuk mengubah Tepi Barat menjadi wilayah-wilayah berdaulat yang terpecah-pecah.”

Rekomendasi