PM Thailand dan Gubernur Bangkok Disidang Lantaran Polusi Udara

Sabtu, 9 Februari 2019 18:35 Reporter : Merdeka
PM Thailand dan Gubernur Bangkok Disidang Lantaran Polusi Udara polusi di bangkok. ©Straits Times

Merdeka.com - Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang, dan Dewan Lingkungan Nasional dua hari lalu dipanggil ke Pengadilan Tata Usaha Pusat, untuk memberikan keterangan soal polusi udara PM2.5 yang tidak kunjung berhenti setelah hampir dua bulan.

Sebelumnya, sebuah organisasi bernama Stop Global Warming Association (SGWA) dan 41 warga negara Bangkok mengajukan pengaduan. Mereka menuduh bahwa ketiga pejabat lalai dalam mengatasi krisis asap, seperti dikutip dari The Straits Times, Kamis (7/2).

Tindakan mereka dianggap berbenturan dengan Undang-Undang Lingkungan dan Undang-Undang Kesehatan Masyarakat yang telah diterapkan di dalam negeri Thailand.

"Kami akan menyiapkan bukti kelalaian untuk kemudian mendesak pengadilan agar memerintahkan ketiga tersangka untuk menerapkan langkah-langkah penanganan polusi udara," kata Srisuwan Janya, Presiden SGWA.

Tidak hanya tiga pejabat itu, SGWA juga mengatakan bahwa oknum yang membakar perkebunan tebu serta pembeli lahan tebu yang terbakar juga harus menghadapi hukuman.

Sebagian besar masyarakat Bangkok sangat khawatir apabila krisis polusi ini tidak kunjung berakhir, sebagaimana disampaikan oleh Thanawat Polvichai, Direktur Prakiraan Ekonomi dan Bisnis University of Thai Chamber of Commerse, Thailand.

"Kami telah melakukan jajak pendapat selama festival Tahun Baru China, dan kami menemukan bahwa orang-orang khawatir jika PM2.5 akan berkepanjangan," tutur Polvichai.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Thailand
  2. Kabut Asap
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini