Setelah berperang selama 12 hari dengan Iran, pilot pesawat tempur Israel Kembali dari perang tersebut dan menjatuhkan bom sisa di Gaza. Hal ini bukanlah masalah strategi militer. Sebaliknya, ini adalah Keputusan yang didorong oleh efisiensi bahan bakar mereka dan mengubah Gaza menjadi tempat pembuangan amunisi surplus.
Menurut laporan Maariv, pilot Angkatan Udara Israel memiliki amunisi surplus setelah mencegat pesawat nirawak (drone) dan rudal Iran dalam perang tersebut. Alih-alih Kembali dengan muatan penuh, pilot Israel melepaskan bom sisa di wilayah Gaza. Aksi ini disetujui oleh ruang kendali dan para komando pesawat.
Advertisement
Selama 12 hari berturut-turut, puluhan pesawat tempur Israel terbang di atas Gaza setelah menjalankan misi di Iran. Mereka menjatuhkan ratusan rudal di lingkungan Gaza utara dan Khan Younis. Tujuannya adalah untuk “mendukung pasukan darat” dan “memaksimalkan efisiensi,” menurut pernyataan perwira Angkatan Udara Israel (IAF), seperti dikutip Quds News Network.
Komandan IAF, Mayjen Tomer Bar, memuji para pilot. Ia memerintahkan agar praktik tersebut diperluas ke semua skuadron dan agar menjadi rutinitas. Sehingga tidak diperlukan pasukan baru. Pengeboman semakin intensif tanpa pengerahan pasukan tambahan.
Selama perang 12 hari dengan Iran dari 13 hingga 24 Juni 2025, Israel menewaskan lebih dari 800 warga Palestina di Gaza. Pada tanggal 17 Juni saja, sedikitnya 59 orang tewas di dekat Khan Younis saat mencoba mengakses makanan. Peningkatan tajam jumlah korban terjadi di tengah penghentian bantuan kemanusiaan yang hampir total, yang diberlakukan oleh Israel dengan alasan mencegah Hamas menyita pasokan. Namun klaim tersebut telah berulang kali dibantah oleh PBB.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey