Perang 'terselubung' Iran versus Israel di Suriah

Sabtu, 13 Januari 2018 07:21 Reporter : Pandasurya Wijaya
Jet tempur F-16 Israel. ©worldbulletin.net

Merdeka.com - Serangan udara Israel dalam beberapa hari ini terus membombardir wilayah Suriah. Menurut laporan media Israel, serangan itu menargetkan tempat-tempat senjata Iran disimpan sebelum dikirimkan ke kelompok Hizbullah di Libanon.

Sejumlah laporan mengatakan serangan rudal Israel itu cukup canggih dan akurat dan berpotensi merusak dominasi Israel di kawasan Timur Tengah karena memicu sekutu Iran untuk menyerang Israel.

Pengamat militer Alex Fishman dalam koran Yedioth Ahronoth Rabu lalu mengatakan, serangan udara Israel ke Suriah ini telah mengungkap perang 'terselubung' Israel melawan Iran di wilayah Suriah. Dan perang itu kini sudah bukan rahasia lagi.

"Kita harus terbiasa dengan kenyataan bahwa Israel terlibat konfrontasi militer melawan rezim Iran yang makin kuat di Suriah. Kabinet Israel yang belum lama ini membahas kebijakan Israel di kawasan Suriah, Libanon, dan Iran, kemungkinan sudah sampai pada kesimpulan ini," tulis Fishman, seperti dilansir laman Middle East Monitor, Jumat (12/1).

Tahun lalu Israel mengatakan ada kemungkinan Iran memperkuat basis militer mereka di darat, laut, dan udara Suriah serta mendesak milisi Syiah untuk menyerang Israel.

Fishman menulis, "Israel tidak bisa mengabaikan ancaman ini. Masalahnya di Suriah kini ada sistem pertahanan rudal darat-ke-darat dan roket presisi yang dimulai dari Libanon terus memanjang ke selatan Golan dan menjangkau seluruh wilayah Israel. Di saat yang sama Iran juga menempatkan rudal di Gaza yang memaksa militer Israel harus menghadapi ancaman serangan rudal jarak menengah dari utara dan selatan."

Jika Rusia dan Amerika tidak mampu mencegah kondisi ini secara diplomatik maka Israel tidak punya pilihan lain selain bertindak dengan caranya sendiri.

"Dan ini sudah tidak mungkin lagi menyembunyikannya lewat pernyataan bersayap. Ini adalah perang dalam artian sebenarnya. Musuh harus memahami ini dan terpenting, rakyat di Israel harus memahami dan bersiap dengan situasi ini," tulis Fishman.

Selanjutnya Fishman menyimpulkan, "perang melawan rezim ini akan terus berlanjut dengan kekuatan berubah-ubah melibatkan reaksi Suriah-Iran dan Hizbullah. Jika tidak satu pun dari kekuatan ini mau mundur maka perang bisa meletus. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda Iran akan mundur.

"Dalam dua tahun ini Iran sukses mempertahankan Irak, Afganistan, Suriah, dan Yaman, serta memperlus pengaruhnya di Oman serta Bahrain. Pemerintahan Iran, terutama Garda Revolusi Islam, kini sedang mabuk karena mencium aroma kemenangan di Suriah." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini