Para arkeolog mengungkap identitas sisa-sisa manusia dalam makam kerajaan Yunani kuno, dianggap "salah satu kerangka paling penting" di Eropa.
Advertisement
Penelitian terbaru membawa kita ke dalam misteri pemimpin ini, dengan fokus pada sisa-sisa kerangka yang ditemukan di "Tumulus Besar" di pekuburan Aegae di Yunani utara.
Advertisement
Tumulus Besar menjadi saksi bisu dari misteri sejarah dengan mengandung tiga makam penting, dikenal sebagai Makam Kerajaan I, II, dan III, yang diperkirakan berasal dari akhir abad ke-4 SM.
Advertisement
Para arkeolog menduga bahwa makam tersebut menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh-tokoh penting, termasuk ayah dari Alexander Agung, yaitu Philip II, putra mahkota Alexander IV, dan saudara tirinya, Arrhidaeus Philip III.
Advertisement
Pertama, terkait dengan luka di mata yang dulu dianggap sebagai ciri khas Philip II. Kedua, ketidaknormalan pada kaki yang menyatu pada kerangka laki-laki di Makam I. Ketiga, keberadaan bayi yang baru lahir di Makam I.
Advertisement
Para peneliti memaparkan bahwa bukti yang ditemukan dalam makam tersebut, seperti baju besi, menunjukkan hubungan erat dengan Alexander Agung, bukan Philip II.
Advertisement
Gelar 'Agung' pada Alexander melekat karena diketahui dia berhasil menaklukkan wilayah Semenanjung Balkan, Mesir, hingga wilayah yang kini menjadi Pakistan. Alexander dikenal sebagai salah satu pemimpin militer terbaik sepanjang masa karena kehebatannya dalam peperangan.
Advertisement
Aleksander III dari Makedonia (bahasa Yunani Kuno: Ἀλέξανδρος Aléxandros; 20/21 Juli 356 SM – 10/11 Juni 323 SM), lebih dikenal sebagai Aleksander Agung, adalah seorang raja dari Kerajaan Yunani kuno dari Makedonia.
Advertisement
Alexander the Great bukan Zulkarnain seperti yang disebutkan dalam Alquran (QS. Al-Kahfi: 83-98). Lagi pula, sosok itu dalam Alquran hanya disebut Zulkarnain, tanpa Iskandar di depannya.
Advertisement
Pada 324, Raja Makedonia mengadakan pernikahan massal di kota Susa, Persia, di mana ia mendorong 92 orang terkemuka Makedonia untuk mengambil istri dari bangsa Persia. Alexander Agung sendiri menikahi dua wanita Persia, yaitu Stateira dan Parysatis.
Advertisement
Sumber-sumber kuno memberitahu bahwa (makam) Alexander berada di samping makam Ptolemeus di kompleks istana di Alexandria, tetapi di mana persisnya tidak jelas.